Seputarpublik.com || RIAU — Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo mulai menerapkan kebijakan angkutan bebas dimensi dan muatan berlebih atau Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) secara bertahap. Riau, 29/10/2026. Langkah ini diwujudkan melalui peluncuran proyek percontohan (pilot project) penggunaan kendaraan operasional pengangkut minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di lingkungan PTPN IV Regional III, Provinsi Riau.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari persiapan perusahaan dalam mendukung kebijakan Zero ODOL yang direncanakan berlaku efektif secara nasional pada Januari 2027. Program ini diarahkan untuk meningkatkan keselamatan transportasi, mengurangi risiko kecelakaan, serta mendukung perlindungan infrastruktur jalan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen mendukung kebijakan standardisasi kendaraan angkutan barang yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Menurut Jatmiko, penerapan angkutan sesuai ketentuan tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem distribusi logistik yang aman dan berkelanjutan.
“PTPN IV PalmCo siap mendukung dan menyukseskan program Zero ODOL 2027. Kami memandang kebijakan ini tidak hanya sekadar kepatuhan pada regulasi, melainkan langkah strategis perusahaan dalam menciptakan ekosistem distribusi logistik yang aman, melindungi fasilitas publik, serta mendukung terwujudnya green supply chain di industri kelapa sawit nasional,” ujar Jatmiko.
Uji Coba Angkutan CPO dari Sei Pagar ke Dumai
Dalam pelaksanaan proyek percontohan tersebut, jalur pengangkutan CPO difokuskan dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Pagar, Kabupaten Kampar, menuju Pelabuhan Pelindo Dumai.
Direktur Pemasaran dan Sistem Manajemen PTPN IV PalmCo, Rury C. Baskoro, menjelaskan bahwa fase uji coba dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026.
Ia menyebutkan, penerapan kendaraan yang sesuai dengan standar pabrikan dan ketentuan pemerintah tetap harus memperhatikan aspek komersial agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Implementasi angkutan yang sesuai standar pabrikan dan ketentuan pemerintah ini tetap dikelola agar dapat dipertanggungjawabkan secara komersial. Kami mengapresiasi kesiapan PTPN IV Regional III yang bergerak cepat menjadi pionir penerapan Zero ODOL di lingkungan PTPN IV,” kata Rury.
Ke depan, Rury menargetkan kebijakan Zero ODOL dapat diterapkan secara penuh di seluruh wilayah operasional PTPN IV PalmCo, yang mencakup Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Siapkan Anggaran dan Perkuat Koordinasi dengan Transportir
Dari sisi kesiapan teknis dan pelaksanaan di lapangan, Business Support Head PTPN IV Regional III, Argo, menjelaskan bahwa manajemen telah menyusun strategi bertahap untuk memenuhi target operasional sebelum kebijakan resmi diberlakukan.
Persiapan tersebut mencakup pengalokasian anggaran dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027 serta penguatan koordinasi dengan mitra penyedia jasa angkutan atau transportir.
“Seluruh persiapan telah kami tempuh, termasuk ketersediaan anggaran di tahun depan. Secara internal, kami secara berkelanjutan berdiskusi dengan para transportir angkutan CPO untuk menyamakan komitmen. Salah satu langkah konkretnya adalah mendorong para mitra untuk melakukan MoU dengan pihak karoseri resmi yang telah ditetapkan,” jelas Argo.
Ia menambahkan, evaluasi terhadap kelayakan teknis, operasional, dan efisiensi biaya akan terus dilakukan selama masa pilot project. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk memastikan keberlanjutan penerapan program.
Zero ODOL untuk Keselamatan dan Logistik Berkelanjutan
Kebijakan Zero ODOL dirancang untuk mencegah kendaraan angkutan barang beroperasi dengan dimensi yang melampaui ketentuan atau membawa muatan melebihi kapasitas yang dipersyaratkan.
Penerapan kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, termasuk akibat kegagalan pengereman, kendaraan terguling, serta meningkatnya jarak pengereman pada kendaraan bermuatan berlebih.
Selain aspek keselamatan, Zero ODOL juga ditujukan untuk mendukung perlindungan infrastruktur jalan, mendorong persaingan usaha yang lebih adil di sektor logistik, dan membantu menekan emisi gas rumah kaca yang berkaitan dengan operasional kendaraan.
Melalui proyek percontohan di Riau, PTPN IV PalmCo menyiapkan langkah operasional untuk mendukung penerapan angkutan CPO sesuai standar kendaraan dan ketentuan pemerintah menjelang target implementasi Zero ODOL 2027.(Red.)*
Sumber: Rilis PTPN IV PalmCo