Beranda
Seputar Publik / Berita

Abdul Rivai Ras Dorong Aset PTPN I Jadi Mesin Pertumbuhan PTPN Group

Penataan aset menjadi agenda transformasi PTPN I, mulai dari penguatan legalitas dan pemetaan potensi hingga optimalisasi berbasis digital dengan mengedepankan prinsip GCG.
Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras mendorong pengelolaan aset perusahaan secara produktif, profesional, dan berbasis tata kelola untuk memperkuat pertumbuhan PTPN Group. Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras mendorong pengelolaan aset perusahaan secara produktif, profesional, dan berbasis tata kelola untuk memperkuat pertumbuhan PTPN Group.

Seputarpublik.com || JAKARTA – Diskusi buku Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara karya Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I (Persero), Abdul Rivai Ras, di Jakarta, Sabtu (1/8), membuka perspektif mengenai transformasi perusahaan dan optimalisasi aset PTPN I.

Kegiatan yang dirangkai dengan Tasyakuran Swasembada Pangan Indonesia tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman insan perusahaan bahwa aktivitas yang dijalankan PTPN I merupakan bagian dari kontribusi terhadap kepentingan bangsa.

Dalam kesempatan itu, Abdul Rivai Ras memaparkan berbagai agenda transformasi PTPN I dengan berlandaskan teori, filosofi, dan pengalaman kepemimpinan. Salah satu fokus yang disampaikan adalah pentingnya membangun kesadaran seluruh insan perusahaan terhadap besarnya potensi aset PTPN I agar dapat dikelola secara produktif dan menciptakan nilai tambah.

Menurut Abdul Rivai, masih terdapat sejumlah aset yang belum dimanfaatkan secara optimal dan perlu ditata agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi perusahaan.

> “Kita harus bangga memiliki aset yang besar dan strategis. Namun, kebanggaan itu harus diwujudkan melalui pengelolaan yang produktif sehingga aset benar-benar menjadi mesin pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan,” ujar Abdul Rivai Ras, yang akrab disapa Bro Rivai.

Ia menjelaskan, PTPN I memiliki aset strategis yang tersebar di Sumatera, Jawa hingga Maluku. Potensi tersebut dinilai menjadi modal untuk memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.

> “Aset bukan sekadar kekayaan perusahaan yang harus dijaga, tetapi harus mampu menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan, negara, dan masyarakat,” tegasnya.

Aset PTPN I mencakup lahan perkebunan, pabrik pengolahan, gudang, bangunan, kawasan komersial dan wisata, serta berbagai aset pendukung lainnya. Seluruh potensi tersebut terus ditata dan dikelola secara profesional agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang optimal.

Menurut Abdul Rivai, penataan aset menjadi salah satu agenda prioritas dalam program 100 hari kepemimpinannya di PTPN I. Penataan tersebut tidak hanya mencakup inventarisasi, tetapi juga penguatan legalitas, kepastian status penguasaan, pemetaan potensi, hingga penyusunan strategi pemanfaatan untuk meningkatkan nilai ekonomi perusahaan.

> “Tidak boleh ada aset yang hanya menjadi beban. Setiap aset harus dikaji secara menyeluruh agar memberikan manfaat terbaik dan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja perusahaan,” tegasnya.

Optimalisasi Aset dan Kolaborasi Strategis

Abdul Rivai menilai optimalisasi aset menjadi semakin penting di tengah dinamika industri perkebunan yang terus berkembang. Pengelolaan aset secara produktif dinilai dapat membuka peluang pengembangan usaha, menciptakan sumber pendapatan baru, memperkuat struktur keuangan, serta meningkatkan daya saing perusahaan.

Dalam proses tersebut, PTPN I juga terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Menurut Abdul Rivai, kemitraan merupakan salah satu instrumen untuk mengembangkan potensi aset, dengan tetap berorientasi pada penciptaan nilai tambah dan dilaksanakan secara profesional.

> “Dunia usaha saat ini membutuhkan kolaborasi. Namun, setiap kerja sama harus memberikan manfaat yang terukur, memiliki kepastian hukum, serta mampu meningkatkan nilai ekonomi aset. Yang paling penting, seluruh proses harus berjalan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG),” jelasnya.

Ia menegaskan, keberhasilan kerja sama tidak semata-mata diukur dari jumlah mitra ataupun besarnya investasi yang masuk. Hal yang lebih penting adalah nilai nyata yang dihasilkan bagi perusahaan serta kesesuaian skema kerja sama dengan potensi aset.

> “Setiap keputusan harus mampu menjawab pertanyaan mendasar: berapa nilai yang diperoleh perusahaan, apakah skema kerja sama telah sesuai dengan potensi aset, serta apakah seluruh proses telah dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

GCG dan Digitalisasi Pengelolaan Aset

Menurut Abdul Rivai, penerapan Good Corporate Governance (GCG) menjadi fondasi dalam seluruh proses transformasi PTPN I. Prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja dalam setiap aktivitas bisnis perusahaan.

Selain memperkuat tata kelola, PTPN I juga terus mendorong digitalisasi pengelolaan aset melalui pembangunan basis data terintegrasi, pemetaan berbasis geospasial, sistem informasi aset, hingga pemantauan secara berkala.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan akurasi data sekaligus mendukung proses pengambilan keputusan bisnis.

> “Dengan dukungan teknologi digital, perusahaan memiliki basis data aset yang lebih kuat sehingga setiap keputusan dapat diambil secara lebih cepat, tepat, dan berbasis data,” katanya.

Abdul Rivai menambahkan, optimalisasi aset tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan pendapatan jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari investasi strategis dalam membangun perusahaan yang sehat, modern, dan berkelanjutan.

> “Setiap nilai tambah yang dihasilkan dari pengelolaan aset akan memperkuat bisnis inti perusahaan, mendukung pengembangan usaha, meningkatkan kesejahteraan karyawan, serta memberikan kontribusi yang lebih besar kepada negara,” ujarnya.

Dengan kekuatan aset yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, Abdul Rivai optimistis PTPN I dapat terus berkembang sebagai perusahaan perkebunan nasional yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.

> “Kami ingin memastikan setiap aset PTPN I menjadi kekuatan utama dalam membangun masa depan perusahaan. Melalui tata kelola yang baik, kolaborasi strategis, dan transformasi yang berkelanjutan, aset tersebut akan menjadi mesin pertumbuhan yang membawa PTPN I semakin kuat, bernilai, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Adv)*