Rombongan diterima oleh Plt Deputi Dayamas BNN RI, Brigjen Pol Drs. Edi Swasono, MM, bersama jajaran pejabat BNN lainnya, antara lain Hendrajid Putut Widagdo, S.Sos., MM., M.Si, Mia Garmiyati, S.P., S.Pd., M.Si, Wanda Ferdiana, S.E., M.Si, Yudhi Widiarto, S.P, serta Dita Eka Sartika, S.I.Kom.
Dalam pertemuan tersebut, pihak BNN RI menyambut positif inisiatif BERSAMA untuk memperkuat kemitraan dalam agenda pemberdayaan masyarakat berbasis pencegahan narkoba.
Edi Swasono menegaskan bahwa peran masyarakat memiliki posisi strategis dalam mendukung upaya nasional pemberantasan narkoba, khususnya melalui edukasi, deteksi dini, serta penguatan ketahanan keluarga dan lingkungan sosial.
“Pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi kuat dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi yang memiliki komitmen panjang seperti BERSAMA,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, BNN RI juga menyatakan kesiapan untuk menyiapkan draf nota kesepahaman (MoU) bersama BERSAMA sebagai landasan formal penguatan kerja sama di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Umum BERSAMA, Herwin Suparjo, menyampaikan apresiasinya atas sambutan positif yang diberikan BNN terhadap organisasi yang dipimpinnya.
Menurutnya, kemitraan strategis dengan BNN menjadi langkah penting agar gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat menjangkau masyarakat lebih luas hingga ke tingkat akar rumput.
“Kami berharap sinergi ini mampu memperkuat gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa,” katanya.
Audiensi ini dinilai menjadi sinyal positif bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil tetap menjadi salah satu kunci penting dalam membangun Indonesia yang sehat, produktif, dan bebas dari ancaman narkoba.(Rendy)*
Komentar