Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, bersama Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti, disaksikan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas serta Direktur Utama Holding PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna.
Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi industri perkebunan nasional yang lebih modern, terintegrasi, dan memiliki daya saing global, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa masa depan sektor perkebunan Indonesia harus diarahkan pada penguatan industri hilir, bukan lagi semata bertumpu pada ekspor bahan mentah.
“PTPN I telah menyusun roadmap hilirisasi hingga tahun 2029 untuk membangun ekosistem industri hulu-hilir yang terintegrasi, memperluas pasar ekspor, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani. Strategi ini dirancang agar setiap komoditas mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap perekonomian nasional,” kata Teddy.
Untuk komoditas kelapa, PTPN I memproyeksikannya sebagai salah satu future commodity dengan target pengembangan kawasan hingga 50 ribu hektare, yang akan didukung oleh enam unit pabrik pengolahan di sejumlah wilayah potensial.
Komentar