Seputarpublik.com || JAKARTA — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof. Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa PT Perkebunan Nusantara I (Persero) memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda nasional di sektor ketahanan pangan dan energi, sejalan dengan program prioritas pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman penguatan perencanaan program hilirisasi komoditas kelapa, kopi, dan kakao antara PTPN I (Persero) dan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Menurut Rachmat, program swasembada yang tengah dipercepat pemerintah mencakup tiga sektor utama, yakni swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air, yang seluruhnya memiliki keterkaitan erat dengan ruang lingkup bisnis agroindustri yang dijalankan PTPN I.
“Kita mengetahui pemerintah mencanangkan percepatan swasembada di sektor pangan, energi, dan air. Ketiga sektor tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan peran strategis PTPN I. Karena itu, pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas mendukung penguatan langkah-langkah yang dijalankan perusahaan, termasuk melalui hilirisasi komoditas kelapa, kopi, dan kakao,” ujar Rachmat.
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, bersama Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti, disaksikan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas serta Direktur Utama Holding PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna.
Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi industri perkebunan nasional yang lebih modern, terintegrasi, dan memiliki daya saing global, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa masa depan sektor perkebunan Indonesia harus diarahkan pada penguatan industri hilir, bukan lagi semata bertumpu pada ekspor bahan mentah.
“PTPN I telah menyusun roadmap hilirisasi hingga tahun 2029 untuk membangun ekosistem industri hulu-hilir yang terintegrasi, memperluas pasar ekspor, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani. Strategi ini dirancang agar setiap komoditas mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap perekonomian nasional,” kata Teddy.
Untuk komoditas kelapa, PTPN I memproyeksikannya sebagai salah satu future commodity dengan target pengembangan kawasan hingga 50 ribu hektare, yang akan didukung oleh enam unit pabrik pengolahan di sejumlah wilayah potensial.
Sementara itu, pada sektor kopi, perusahaan menyiapkan pengembangan lahan seluas 12 ribu hektare beserta tujuh fasilitas pengolahan yang ditujukan untuk menghasilkan kopi premium dengan sistem ketertelusuran (traceability) dan standar keberlanjutan yang sesuai dengan kebutuhan pasar global.
Adapun untuk komoditas kakao, PTPN I menargetkan pengembangan kawasan seluas 5.000 hektare yang terintegrasi dengan fasilitas pengolahan, sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri cokelat dunia.
Menurut Teddy, seluruh rencana strategis tersebut selaras dengan arah pembangunan nasional yang menitikberatkan pada hilirisasi dan industrialisasi sebagai instrumen utama menuju kemandirian ekonomi.
Menteri PPN/Kepala Bappenas juga menekankan pentingnya dukungan riset, inovasi, serta penerapan Good Agriculture Practices (GAP) dalam memperkuat keberhasilan program tersebut.
Melalui sinergi antara pemerintah, BUMN, dan para pemangku kepentingan, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat industri kelapa, kopi, dan kakao yang kompetitif di tingkat global.(Red)*