Lalu, Masjid Al Hasanah (PCM Kembangan), Masjid Al Muhajirin (Lapangan Wijaya Kusuma), PCM Slipi Kota Bambu Jl KS Tubun 2 B (belakang masjid al Manar), dan Masjid Al Huda (PCM Jelambar),
Selanjutnya untuk Jakarta Pusat: Masjid At Tanwir PP Muhammadiyah, PCM Kramat Jl Kramat Raya No 49, PCM Tanah Abang IV, Jl Petamburan 2 RT 09 RW 03, PCM Kemayoran 2, Halaman PCM Kemayoran II Cempaka Wangi (SMPM 27 & SMKM 11), dan Lapangan Bola Arcici.
Sedangkan di Jakarta Utara akan digelar di PCM Penjaringan yang berlokasi di Jl. Pluit Raya II (Samping JP Hotel).
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti rencananya bakal menjadi khatib di halaman parkir Masjid Al Huda, Tebet Timur.
Sementara di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat akan dipimpin Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Endang Mintardja.
Begitu pula dengan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan akan menjadi khatib di Masjid Raya Al Isra Tanjung Duren Raya.
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi meminta umat Islam agar saling menghargai, menghormati, dan menjunjung toleransi jika terdapat perbedaan penetapan Idul Adha 1444 Hijriah/2023 Masehi antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia.
“Kita harus memiliki sikap toleransi, tasamuh. Kita harus menghargai perbedaan yang terjadi, bukan saling mencaci dan melakukan hal-hal yang tidak disukai,” ujar Wamenag.
Kendati berbeda, Wamenag meminta seluruh masyarakat Indonesia agar menjaga keamanan serta ketertiban bersama, demi menuju masyarakat yang moderat dan toleran dalam menjaga NKRI
Komentar