Menurutnya, Polri memiliki mekanisme internal untuk melakukan perbaikan serta menindak anggota yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Institusi Polri telah teruji memiliki sistem imun untuk memperbaiki dirinya sendiri,” ujar Isir.
Ia menambahkan, kontrol publik dan media justru dapat menjadi bagian penting dalam proses pembenahan institusi.
Sejumlah Tokoh Media Turut Memberikan Tanggapan
Diskusi tersebut juga mendapat tanggapan dari Komisioner Dewan Pers periode 2025–2028 Yogi Hadi Ismanto serta Wakil Ketua Dewan Pers periode 2019–2022 yang juga Ketua Umum PWI Pusat masa bakti 2023–2025, Hendry Ch Bangun.
Turut memberikan tanggapan Asep Setiawan, Komisioner Dewan Pers periode 2019–2022; Nurzaman, wartawan senior sekaligus pembina FPRMI; Ketua Forum Wartawan Kebangsaan Raja Pane; Naek Pangaribuan, yang juga pernah menjadi Koordinator Wartawan Kepolisian periode 2010–2020; serta H.M.U. Kurniadi selaku Dewan Penasihat FPRMI.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara jajaran Polri dan insan media untuk membahas dinamika kepolisian, persepsi publik, serta pentingnya komunikasi dan kontrol sosial dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.(*/Red)
Komentar