Seputar Publik / Berita

BMKG: Siklon Tropis HAISHEN Muncul di Samudra Pasifik Utara Papua, Sulawesi Utara dan Maluku Utara Berpotensi Diguyur Hujan

BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang, gelombang laut hingga 2,5 meter, serta perubahan cuaca yang terjadi secara cepat.
BMKG mengeluarkan informasi terbaru mengenai perkembangan Siklon Tropis HAISHEN di Samudra Pasifik utara Papua yang berpotensi memicu hujan sedang dan gelombang laut hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG mengeluarkan informasi terbaru mengenai perkembangan Siklon Tropis HAISHEN di Samudra Pasifik utara Papua yang berpotensi memicu hujan sedang dan gelombang laut hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah Indonesia.

Seputarpublik.com || JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa Siklon Tropis HAISHEN telah berkembang dari Bibit Siklon Tropis 97W dan mencapai intensitas siklon tropis pada Senin, 13 Juli 2026 pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan informasi resmi BMKG yang disampaikan melalui akun media sosial resminya, sistem cuaca tersebut mulai memasuki wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta pada 12 Juli 2026 pukul 19.00 WIB. Saat ini, posisi Siklon Tropis HAISHEN berada di Samudra Pasifik bagian utara Papua.

BMKG menjelaskan, meskipun tidak berdampak secara langsung ke wilayah Indonesia, keberadaan siklon ini berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung berupa peningkatan aktivitas cuaca di sejumlah daerah.

Potensi hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Selain itu, tinggi gelombang laut berkisar 1,25 hingga 2,5 meter (Moderate Sea) berpotensi terjadi di Perairan Kepulauan Sangihe–Talaud, Laut Maluku bagian utara, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir dan para pelaku pelayaran, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan, gelombang tinggi, serta perubahan kondisi cuaca yang dapat berlangsung dengan cepat.

Masyarakat juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebagai acuan dalam merencanakan aktivitas maupun perjalanan.

Redaksi mengingatkan bahwa informasi cuaca bersifat dinamis sehingga masyarakat diharapkan selalu mengikuti pembaruan resmi dari BMKG untuk memperoleh informasi yang akurat dan terkini.

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan informasi resmi yang dipublikasikan melalui akun Instagram BMKG dan dapat diperbarui sesuai perkembangan terbaru.(Red)*

Tulis Komentar

Komentar