BIM Bantu Cegah Potensi Kesalahan Sebelum Konstruksi
Konsep serupa berkembang di sektor konstruksi melalui digital workflow dan Building Information Modelling (BIM).
Teknologi ini memungkinkan informasi proyek diintegrasikan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Salah satu manfaat yang ditawarkan adalah kemampuan melakukan simulasi serta mengidentifikasi potensi persoalan sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Pendiri Archilantis, Harbayu Budhi Waryawan, menjelaskan BIM memungkinkan proses rekayasa dilakukan lebih awal dengan membuat representasi digital dari bangunan yang akan dibangun.
> “Semangatnya adalah kita mencoba membuat rekayasa bangunan yang akan kita bangun lebih awal sejak masa perencanaan. Kita sudah membuat rekayasanya terlebih dahulu, melihat kembarannya, kemudian melakukan clash detection untuk mengetahui apakah ada bagian yang bertabrakan sebelum bangunan dibangun,” papar Bayu.
Menurut dia, pendekatan tersebut berbeda dengan pola kerja sebelumnya, ketika persoalan baru diketahui setelah pekerjaan berlangsung dan kemudian dilakukan perbaikan.
Komentar