Beranda
Seputar Publik / Otomotif

Bukan Cuma Mesin, Data Jadi Kunci Transformasi Industri di Engineering Week 2026

Digitalisasi mendorong industri mengubah data menjadi dasar pengambilan keputusan, mulai dari pemeliharaan alat berat, konstruksi, hingga manajemen armada.
Transformasi digital menjadi salah satu sorotan Engineering Week 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan pemanfaatan data, AI, sensor, BIM, dan telematika untuk mendukung operasional industri. Transformasi digital menjadi salah satu sorotan Engineering Week 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan pemanfaatan data, AI, sensor, BIM, dan telematika untuk mendukung operasional industri.

Seputarpublik.com || JAKARTA — Perkembangan teknologi di sektor industri kini tidak hanya berkaitan dengan menghadirkan mesin yang lebih besar, cepat, atau kuat. Di tengah operasional yang melibatkan banyak equipment dan berlangsung hampir tanpa henti, kemampuan mengolah dan membaca data semakin menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas, efisiensi, serta keselamatan kerja.

Pertanyaan seperti kapan sebuah mesin perlu diperiksa, equipment mana yang mulai mengalami penurunan performa, hingga unit mana yang berpotensi memengaruhi operasional, kini dapat dibantu dengan teknologi digital.

Perubahan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam PERTAABI Summit pada hari ketiga IEE Series – Engineering Week 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (11/9/2026).


Dalam seminar bertajuk “From Corrective to Prescriptive: Driving Reliable Mining Operations through Digital Transformation of Heavy Equipment Maintenance”, Senior Business Development Manager Hexagon, Mufrod Feriyanto, menjelaskan pemanfaatan digitalisasi dalam mengubah pola pemeliharaan alat berat di industri pertambangan.

Menurut Mufrod, data yang valid dan akurat dapat membantu berbagai bagian dalam operasi tambang menggunakan dasar pengukuran yang sama.

> “Kalau kita sudah memiliki data yang valid dan akurat, semua pihak di tambang dapat bergerak dengan alat ukur yang sama lebih cepat, mulai dari engineering, production, hingga maintenance,” ujar Mufrod.

Ia mengatakan, pemanfaatan data dapat membantu perusahaan mengoptimalkan pemeliharaan equipment melalui pemantauan kondisi jalan sekaligus kesehatan unit.

Dengan informasi yang lebih aktual, perusahaan dapat melakukan pemantauan kondisi equipment lebih awal sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Dari Corrective Maintenance Menuju Predictive dan Prescriptive

Perubahan tersebut menandai pergeseran pendekatan industri dalam melakukan maintenance.

Jika sebelumnya pemeliharaan banyak dilakukan setelah kerusakan terjadi atau berdasarkan jadwal tertentu, teknologi kini memungkinkan perusahaan membaca pola dan kondisi equipment untuk memperkirakan potensi masalah.

Melalui pendekatan berbasis data, perusahaan dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi yang sedang terjadi di lapangan sekaligus memperkirakan kemungkinan yang dapat terjadi berikutnya.

Data tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memantau penggunaan equipment, produktivitas, konsumsi bahan bakar, hingga kondisi operasional.

Artinya, data tidak lagi hanya menjadi catatan aktivitas yang telah berlangsung, tetapi dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan tindakan dan prioritas operasional.

Gambaran perkembangan tersebut tidak hanya terlihat di ruang seminar. Di area outdoor Engineering Week 2026, sejumlah equipment memperlihatkan penerapan teknologi yang digunakan dalam aktivitas industri.

Salah satunya terlihat pada area Shandong Heavy Industry Indonesia (SDHI).

Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial pada equipment menunjukkan pendekatan baru dalam pengelolaan operasi, terutama pada unit yang bekerja di wilayah terpencil maupun area dengan tingkat risiko keselamatan tertentu.

Integrasi teknologi tersebut memungkinkan proses pemantauan dilakukan secara lebih efisien dan dapat mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran operator secara langsung di lokasi tertentu.

Perubahan ini menunjukkan bahwa kemampuan sebuah mesin tidak hanya dinilai dari kapasitas pekerjaan yang mampu dilakukan.

Equipment juga semakin dituntut menyediakan informasi mengenai kondisi dan performanya sehingga manusia dapat mengambil keputusan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Dari Mesin ke Dasbor, Data Jadi Penghubung

Perkembangan serupa terlihat di berbagai booth indoor Engineering Week 2026.

Sejumlah perusahaan tidak hanya menghadirkan produsen alat berat, tetapi juga teknologi untuk memonitor, mengintegrasikan, dan mengelola aktivitas operasional.

Dasbor yang menampilkan konektivitas, otomatisasi, hingga sistem manajemen operasional menjadi gambaran semakin pentingnya data dalam pengelolaan industri.

Namun, digitalisasi juga menghadirkan tantangan baru. Semakin banyak sensor dan sistem yang digunakan, semakin banyak pula data yang harus dipantau. Kondisi tersebut dapat membuat operator berhadapan dengan sejumlah dasbor yang berjalan secara terpisah.

Persoalan itu menjadi salah satu hal yang coba dijawab Virtu melalui produk Minexus.

Founder Virtu, Evan Kusuma, menjelaskan Minexus dirancang untuk mengintegrasikan berbagai sistem operasional, mulai dari FMS telemetry, weather data, inspeksi drone, CCTV monitoring, hingga laporan operator melalui perangkat mobile dalam satu dasbor terpusat.

Menurut Evan, sistem tersebut ditujukan untuk membantu operator mengelola berbagai informasi tanpa harus memantau banyak dasbor secara terpisah.

Informasi ditampilkan melalui satu sistem dengan visual operasional 3D yang disesuaikan dengan konteks kondisi lapangan.

> “Dengan Minexus, operator dan manajemen dapat mempercepat pengambilan keputusan, sehingga mereka bisa bekerja secara preventif untuk memitigasi anomali operasional sebelum menjadi kendala serius di lapangan,” kata Evan.

Teknologi Membantu Deteksi Risiko Lebih Awal

Digitalisasi juga mulai diterapkan untuk membantu mendeteksi potensi persoalan sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Salah satunya ditunjukkan IoT Kreasi Indonesia melalui pemanfaatan sensor dan sistem pemantauan digital untuk mendeteksi potensi kerusakan bangunan maupun persoalan operasional sejak dini.

Data dari sensor dapat dipantau melalui dasbor sehingga kondisi lapangan dapat diketahui lebih awal dan menjadi bahan pertimbangan perusahaan dalam menentukan tindakan.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa manfaat teknologi tidak hanya terletak pada kecanggihan perangkat.

Nilai penting lainnya muncul ketika data dapat diterjemahkan menjadi informasi yang membantu perusahaan menentukan prioritas, mengidentifikasi potensi risiko, mengoptimalkan equipment, dan menjaga keberlangsungan operasi.

BIM Bantu Cegah Potensi Kesalahan Sebelum Konstruksi

Konsep serupa berkembang di sektor konstruksi melalui digital workflow dan Building Information Modelling (BIM).

Teknologi ini memungkinkan informasi proyek diintegrasikan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Salah satu manfaat yang ditawarkan adalah kemampuan melakukan simulasi serta mengidentifikasi potensi persoalan sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Pendiri Archilantis, Harbayu Budhi Waryawan, menjelaskan BIM memungkinkan proses rekayasa dilakukan lebih awal dengan membuat representasi digital dari bangunan yang akan dibangun.

> “Semangatnya adalah kita mencoba membuat rekayasa bangunan yang akan kita bangun lebih awal sejak masa perencanaan. Kita sudah membuat rekayasanya terlebih dahulu, melihat kembarannya, kemudian melakukan clash detection untuk mengetahui apakah ada bagian yang bertabrakan sebelum bangunan dibangun,” papar Bayu.

Menurut dia, pendekatan tersebut berbeda dengan pola kerja sebelumnya, ketika persoalan baru diketahui setelah pekerjaan berlangsung dan kemudian dilakukan perbaikan.

Dengan BIM, potensi persoalan dapat diidentifikasi sejak tahap perencanaan sehingga perubahan pekerjaan di lapangan berpotensi dapat ditekan.

Telematika Hubungkan Kendaraan dengan Data Operasional

Transformasi berbasis data juga terlihat pada sektor transportasi dan kendaraan komersial.

PT Gaya Makmur Mobil (GM Mobil), misalnya, menghadirkan GM Teletech, sistem manajemen armada berbasis digital yang memanfaatkan teknologi telematika.

Sistem tersebut memungkinkan pemilik armada memantau berbagai informasi dari unit, mulai dari lokasi kendaraan, konsumsi bahan bakar, kecepatan, hingga pola operasional.

Informasi tersebut membuat pemilik armada tidak hanya mengetahui posisi kendaraan, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai bagaimana unit digunakan di lapangan.

Aspek keselamatan pengemudi turut menjadi bagian dari pemantauan, termasuk melalui penggunaan dash-cam yang dapat memberikan peringatan ketika pengemudi menunjukkan kondisi mengantuk atau tidak fit.

Dengan demikian, telematika menjadi salah satu penghubung antara equipment dan pengelolaan operasional, sekaligus antara kondisi di lapangan dengan keputusan yang perlu diambil perusahaan.

Transformasi Industri Bukan Sekadar Memasang Teknologi

Berbagai contoh yang ditampilkan dalam Engineering Week 2026 menunjukkan bahwa digitalisasi memiliki penerapan yang berbeda sesuai kebutuhan masing-masing sektor.

Industri pertambangan membutuhkan teknologi untuk memantau equipment dan kondisi operasi. Sektor konstruksi memanfaatkan BIM untuk melakukan rekayasa serta mengidentifikasi potensi persoalan sejak tahap perencanaan. Sementara sektor transportasi menggunakan telematika untuk menghubungkan kendaraan dengan data operasional dan aspek keselamatan.

Namun, terdapat satu pola yang sama: semakin kompleks sebuah industri, semakin besar kebutuhan untuk mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.

Pada akhirnya, transformasi industri bukan sekadar mengganti mesin lama dengan teknologi baru.

Transformasi terjadi ketika teknologi mampu menghubungkan equipment, data, dan manusia dalam satu alur kerja sehingga keputusan dapat diambil secara lebih cepat, terukur, dan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

IEE Series Engineering Week 2026 masih berlangsung hingga Sabtu (12/9/2026). Rangkaian kegiatan mencakup Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Construction Indonesia, Concrete Show Southeast Asia Indonesia, Water Indonesia, ADEXCO (Asia Disaster & Civil Protection Expo & Conference), serta co-located shows GIFA – METEC Indonesia.

Informasi mengenai rangkaian acara, pameran, seminar, dan berbagai aktivitas pendukung dapat diperoleh melalui kanal resmi penyelenggara IEE Series.(*/hel)