Dengan mencegah gas metana terlepas ke atmosfer, operasional proyek tersebut diestimasikan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 320.000 ton setara CO₂ setiap tahun.
Berdasarkan rasio emisi yang digunakan dalam perhitungan proyek, angka tersebut disebut ekuivalen dengan menghindari pembakaran sekitar 161 juta kilogram batu bara per tahun.
Selain target pengurangan emisi, proyek yang membutuhkan investasi besar tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian regional.
Proses konstruksi dan operasional delapan fasilitas CBG diproyeksikan dapat membuka ribuan lapangan kerja berbasis lingkungan atau green jobs di Indonesia sekaligus mendorong pemberdayaan rantai pasok lokal di sekitar wilayah operasional perkebunan.
Pengembangan CBG dari limbah kelapa sawit tersebut sekaligus memperlihatkan potensi integrasi antara sektor perkebunan, teknologi energi terbarukan, dan infrastruktur gas dalam mendukung agenda transisi energi serta pembangunan rendah karbon di Indonesia.(Red.)*
Komentar