Beranda
Seputar Publik / Berita

Dedi Mulyadi Jadi Sorotan di Papua, Dorong Pembangunan Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal

Gubernur Jawa Barat hadir sebagai pembicara dalam Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) 2026 di Jayapura, membahas pembangunan Papua yang berpijak pada budaya, sumber daya manusia, dan kearifan lokal.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menghadiri Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) 2026 di Jayapura, Papua, membahas pembangunan berbasis budaya dan penguatan sumber daya manusia menuju masa depan Papua yang berkelanjutan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menghadiri Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) 2026 di Jayapura, Papua, membahas pembangunan berbasis budaya dan penguatan sumber daya manusia menuju masa depan Papua yang berkelanjutan.

Seputarpublik.com || JAYAPURA PAPUA – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menghadiri Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) 2026 yang digelar di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Kota Jayapura, Papua, Jumat (29/5/2026). Kehadiran Dedi sebagai pembicara dalam forum tersebut menarik perhatian peserta dan masyarakat yang hadir.

Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Dedi lebih dahulu mengabarkan kedatangannya ke Papua. Saat pesawat akan mendarat di Jayapura, ia mengunggah pemandangan laut dan pegunungan Papua disertai ungkapan, “Pagi dalam aura surga di tanah Papua.”

Dalam kunjungan tersebut, Dedi didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk Bupati Purwakarta Saepul Bahri. Kehadiran mereka menjadi bagian dari partisipasi dalam forum yang membahas berbagai strategi percepatan pembangunan Papua, khususnya pada sektor pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan berbasis budaya.

Sebelumnya, sejumlah tokoh Papua yang terdiri dari akademisi dan pemuka agama berkunjung ke Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat. Dalam pertemuan tersebut, mereka berdiskusi mengenai pembangunan daerah yang berakar pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, sekaligus mengundang Dedi Mulyadi untuk menjadi pembicara pada APS 2026.

Menurut para tokoh tersebut, Papua membutuhkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada aspek teknokrasi, tetapi juga mampu mengakomodasi nilai budaya dan karakter masyarakat setempat.

Ketua Analisis Papua Strategis (APS) sekaligus akademisi Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih, Laus Rumayom, mengatakan bahwa pembangunan Papua memerlukan strategi yang inovatif dan menyentuh akar budaya masyarakat.

> “Pembangunan di Papua tidak cukup hanya menggunakan pendekatan keamanan maupun teknokrasi, tetapi juga perlu memperhatikan nilai etnosains dan kebijaksanaan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ujar Laus Rumayom.

Ia menambahkan, APS menilai konsistensi Dedi Mulyadi dalam menjaga dan mengembangkan budaya lokal di Jawa Barat dapat menjadi inspirasi bagi pembangunan di Papua.

Menurutnya, pendekatan berbasis budaya berpotensi menjadi model dalam merumuskan strategi percepatan pembangunan di enam provinsi dan tujuh wilayah adat di Papua.

Sementara itu, Dedi Mulyadi menyambut undangan tersebut dengan rendah hati. Ia mengaku masih banyak hal yang perlu dipelajari mengenai Papua.

> “Saya ini hanya gubernur kampung, gubernur konten,” ujar Dedi sambil berseloroh.

Namun demikian, sejumlah tokoh Papua justru menilai kesederhanaan dan kedekatan Dedi dengan masyarakat sebagai salah satu kekuatan kepemimpinannya. Mereka menilai berbagai kebijakan yang dijalankan di Jawa Barat dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam membangun wilayah yang tetap berpijak pada budaya lokal dan kebutuhan masyarakat.

Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan arah pembangunan Papua yang inklusif, berkelanjutan, serta selaras dengan identitas dan kearifan lokal masyarakat Papua.(Red)*