Seputar Publik / Berita

Dedi Mulyadi Resmikan Pusat Kebudayaan Tionghoa Jawa Barat, Abah Anton Serukan Persatuan

Pusat Kebudayaan Tionghoa Jawa Barat di Bandung diharapkan menjadi ruang kolaborasi budaya Sunda-Tionghoa sekaligus memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Abah Anton Charlian meresmikan Pusat Kebudayaan Tionghoa Jawa Barat di Kota Bandung, Selasa (25/8), didampingi sejumlah tokoh masyarakat Sunda dan Tionghoa. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Abah Anton Charlian meresmikan Pusat Kebudayaan Tionghoa Jawa Barat di Kota Bandung, Selasa (25/8), didampingi sejumlah tokoh masyarakat Sunda dan Tionghoa.

> “Melalui pendekatan budaya yang tidak mengenal ras, etnis maupun agama, masyarakat Tionghoa dan Sunda diharapkan dapat semakin bersatu dan guyub. Di negara kita ada semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Melalui budaya, kita dapat memperkuat persatuan sebagai bangsa Indonesia,” kata Abah Anton.

Ia menilai ruang kebudayaan seperti Pusat Kebudayaan Tionghoa dapat menjadi sarana mempertemukan berbagai kelompok masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman mengenai keberagaman Indonesia.

Dilanjutkan Kunjungan Museum dan Pagelaran Budaya

Setelah prosesi peresmian, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke museum yang menjadi bagian dari Pusat Kebudayaan Tionghoa Jawa Barat.

Para undangan kemudian mengikuti makan siang bersama yang dirangkaikan dengan pagelaran seni dan budaya Tionghoa.

Kehadiran pusat kebudayaan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang edukasi dan interaksi budaya, sekaligus memperkuat semangat keberagaman, akulturasi, dan persatuan masyarakat Jawa Barat.(Red.)*

Tulis Komentar

Komentar