Beranda
Seputar Publik / Berita

Dinkes Lebak Latih 200 Relawan Dapur MBG, Perkuat Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis

Sebanyak 200 relawan dari empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lebak mendapat pelatihan keamanan makanan siap saji guna memastikan kualitas, kebersihan, dan keamanan Program Makan Bergizi Gratis hingga ke tangan penerima manfaat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak melatih 200 relawan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat keamanan pangan, higiene, dan sanitasi demi menjamin makanan sehat dan aman bagi penerima manfaat Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak melatih 200 relawan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat keamanan pangan, higiene, dan sanitasi demi menjamin makanan sehat dan aman bagi penerima manfaat

Seputarpublik.com, LEBAK BANTEN -- Sebanyak 200 relawan dari 4 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kabupaten Lebak, diberikan pelatihan keamanan makanan siap saji bagi penjamah makanan dapur Program Makan Gizi Gratis (MBG) dalam rangka peningkatan higiene dan sanitasi pangan program MBG dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, bertempat di Vila Bangbang Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Banten, Minggu (10/5/2026).

Acara Pelatihan ini, di ikuti sebanyak 200 orang relawan dari empat SPPG diantaranya : SPPG Margawangi, SPPG Cirinten 002, SPPG Cisimeut 004, Kec Leuwidamar dan SPPG Cimayang Kecamatan Bojongmanik, para relawan harus mengikuti pelatihan dengan menghadirkan tiga orang narasumber dari Dinkes Lebak.

“ Para relawan tersebut diberikan pelatihan untuk meningkatkan keamanan pangan hingga sampai ke tangan penerima manfaat. Salah satunya adalah memastikan kondisinya sehat saat terlibat dalam penyiapan, produksi dan distribusi MBG,” ungkap Windarti, salah satu dari narasumber Dinkes Lebak

Menurutnya, pelatihan ini merupakan kelengkapan pesyarakat tempat pengelolaan pangan, diberikan pada SPPG yang mengajukan permohonan untuk terbitnya sertifikast Laik hygiene sanitasi (SLHS). Salahsatu syaratnya penjamah makanan atau pengelola pangan harus bersertifat pelatihan keamanan pangan siap saji yang diikuti minimal 50 persen karyawan untuk setiap dapur MBG.

” Terkait hasilnya akan dilanjutkan setelah beroperasi dengan inspeksi kesehatan lingkungan termasuk pemeriksaan air oleh tim labkesda,” ujar Windarti.

Lanjut Windarti, pelatihan ini penting untuk mengenali pencemaran pangan dan penyakit bawaan pangan agar bisa mencegah pencemaran ini masuk dalam makanan yang diolah. Selain itu, juga memperhatikan faktor lingkungan yang sehat dengan memahami pemeliharaan lingkungan kerja serta menegendalikan faktor pengaruh lingkungan dan binatang yang dapat membawa penyakit, sanitasi peralatan, higinitas perorang dan melakukan proses produksi sesuai dengan prosedur keamanan

Dengan kegiatan tersebut, diharapkan semua relawan selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dimulai dari diri sendiri sampai lingkungan dapur, saling bekerjasama, kompak dan patuh terhadap aturan yang ada dalam pelaksanaan pengolahan pangan di dapur, serta semua karyawan harus diperiksa kesehatannya secara berkala, untuk mengetahui penyakit yang sedang dialami karyawan dan menghindari penularan melalui makanan yang disajikan,” paparnya.

Sementara itu Bangbang selaku Investor yang hadir dalam acara kegiatan pelatihan tersebut, apresiasi pembekalan pelatihan yang diberikan petugas Dinkes Lebak. Dengan pelatihan ini kata Bangbang, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para relawan SPPG. Sehingga, dapat terapkan di masing-masing dapur.

“Dengan adanya pelatihan ini semua relawan untuk dapat memahami dan jika tidak memahami kami akan mengadakan pelatihan lagi, kami berharap dapat memahami untuk bisa meningkatkan mutu pelayanan SPPG ditiap dapurnya,” jelasnya.

*Penulis : AN