Seputarpublik, Lombok Timur – Warga Desa Labuhan Lombok, Lombok Timur, digegerkan ditemukan Orang Dalam Ganguan Jiwa (ODGJ) sudah dalam keadaan meninggal dengan kondisi jasad sudah membusuk dan dipenuhi belatung didalam gubuk tempat tinggalnya.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nikolas Osman ketika dikonfirmasi prihal penemuan mayat membenarkan. Menurutnya dari laporan yang diterima pihaknya telah menemukan seorang korban sudah dalam keadaan meninggal, korban teridentifikasi mengalami gangguan kejiwaan sudah 1 tahun lamanya.
Nikolas kemudian menceritakan kronologisnya. Diceritakannya, Mayat korban ditemukan sekitar pukul 12.00 WITA. Bermula saat keluarga korban hendak mengantarkan makanan ke gubuk tempat tinggal korban, dimana korban tinggal digubuk itu sendirian.
Namun, kata Nikolas, pada saat hendak memasuki gubuk, keluarga korban tiba tiba mencium aroma bau busuk yang sangat menyengat dari dalam kamar korban. Keluarga korban curiga lalu buru buru mengeceknya.
“Setelah di cek, alangkah kagetnya keluarga korban setelah mendapati ternyata bau busuk tersebut berasal dari korban yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi tubuh sudah dipenuhi belatung pada bagian Badan, tangan dan Wajah dengan posisi terlentang,” tutur Nikolas.
Keluarga korban, lanjut Nikolas, lalu berteriak histeris memanggil warga sekitar untuk meminta pertolongan. Warga segera berhamburan mendatangi gubuk korban untuk memberikan pertolongan dengan menghubungi Petugas Kepolisian dan Pemerintah Desa.
“Nah, baru pada Pukul 14.15 WITA Tim Inafis Polres Lombok Timur dipimpin Kaur Iden Aipda Rohadi Asri dan 4 orang anggota tiba di Lokasi untuk kemudian melaksanakan TP TKP.,” ujarnya.
Selanjutnya Jenazah korban di evakuasi ke RSU Dr. Soedjono Selong Lombok Timur menggunakan Ambulance Puskesmas Labuhan Lombok untuk dilakukan Pembersihan terhadap jenazah.
Menurut keterangan masyarakat sekitar korban sudah 1 tahun mengidap gangguan jiwa/ODGJ. Karena itu Korban ditinggal digubuk itu sendirian. Karena anak anak korban tidak ada yang berani untuk mendekati dan menginap karena takut akan mengalami kekerasan mengingat korban sering mengancam keluarganya untuk dipukul.
Terkait meninggalnya korban, Keluarga korban menerima kejadian sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan tindakan otopsi terhadap korban selanjutnya korban dibawa ke RSU Dr. Soedjono Selong Untuk pembersihan jenazah.