Sementara itu, Patra M. Zen, yang saat ini masih menjabat sebagai Sekjen mendampingi Juniver, dinilai Carrel sebagai tokoh yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki keberanian dan ketajaman dalam membela prinsip-prinsip keadilan.
"Sosoknya masih sangat relevan dan diperlukan untuk melanjutkan konsistensi organisasi di tingkat nasional," lanjutnya.
Menuju Munas di Bali
Sebagaimana telah dijadwalkan, Musyawarah Nasional PERADI SAI akan digelar pada 25–27 Juli 2025 di Bali. Forum ini akan menjadi penentu arah organisasi lima tahun ke depan, sekaligus pemilihan resmi Ketua Umum dan Sekjen baru.
Deklarasi di ASA Jakarta ini menjadi semacam pemanasan — sekaligus konsolidasi awal — yang menunjukkan bahwa arus dukungan untuk Ponto–Zen kian menguat.
Baik Harry Ponto maupun Patra M. Zen bukanlah nama baru. Keduanya telah lama malang melintang di dunia advokasi, dikenal luas dalam forum-forum hukum nasional, dan terlibat aktif dalam isu-isu penting seperti pembaruan peradilan, perlindungan hak asasi manusia, hingga profesionalisme organisasi advokat.
Peradi SAI dan Masa Depan Advokat Indonesia
Bagi banyak anggota, PERADI SAI bukan sekadar wadah organisasi, tapi juga benteng moral yang menjaga integritas dan independensi profesi advokat. Oleh karena itu, pergantian kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tetapi juga keberlanjutan nilai.
Dalam konteks itu, dukungan dari tokoh-tokoh seperti Carrel Ticualu, yang sendiri telah puluhan tahun membela keadilan di berbagai ruang sidang, menjadi penanda bahwa kontestasi kali ini tidak sekadar prosedural.
Ia adalah pertaruhan arah: apakah PERADI SAI akan tetap teguh dalam independensinya atau akan kehilangan arah di tengah dinamika hukum yang makin kompleks.
(Red)
Komentar