“Kita perlu memastikan bahwa peningkatan local content berjalan sejalan dengan kesiapan industri dan pertumbuhan pasar, sehingga industri domestik semakin kuat tanpa kehilangan daya saingnya,” ujar Niko.
Ia menekankan, pembangunan ekosistem baterai juga harus melihat seluruh siklus hidup produk, mulai dari bahan baku, proses produksi dan manufaktur, penggunaan, keterlacakan, pemanfaatan kembali, daur ulang hingga pembuangan akhir.
Dengan demikian, semakin banyak pihak yang perlu terlibat dalam membangun industri baterai yang berkelanjutan.
Energy Week 2026 Jadi Ruang Kolaborasi
Niko berharap IEE Series – Energy Week 2026 tidak berhenti sebagai ajang pameran dan pertemuan bisnis, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mampu menghasilkan gagasan dan rekomendasi bagi pengembangan industri.
“Platform IEE Series - Energy Week 2026 jadi satu event yang tidak hanya menyatukan antarindustri, atau antarpemangku kepentingan, tapi bisa menjadi wadah yang nantinya bisa menghasilkan berbagai policy, rekomendasi, memberi masukan dari para pelaku industri kepada stakeholder lain untuk bersama mempercepat kemajuan industri di sektor ini,” katanya.
IEE Series – Energy Week 2026 masih berlangsung hingga Sabtu (5/9/2026) di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu platform, gelaran tersebut menegaskan bahwa masa depan industri Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar kapasitas yang mampu dibangun, tetapi juga oleh seberapa kuat kolaborasi yang mampu menghubungkan energi, teknologi, sumber daya manusia, manufaktur, dan infrastruktur digital.
Pada akhirnya, integrasi berbagai sektor tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem industri Indonesia yang berdaulat, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.(*/hel)
Komentar