Dalam rangkaian peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus menggelorakan pelestarian budaya Betawi melalui berbagai kegiatan, termasuk ziarah dan penghormatan kepada para tokoh serta ulama Betawi yang memiliki peran besar dalam pembangunan sosial dan budaya masyarakat Jakarta.
“Budaya Betawi harus terus kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Festival seperti ini menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda agar memahami bahwa Jakarta memiliki identitas budaya yang harus dijaga dan diwariskan,” tuturnya.
Festival Kampung Budaya Petukangan 2026 turut dihadiri unsur pemerintah dan tokoh masyarakat, di antaranya jajaran Kecamatan Pesanggrahan, Danramil, Kapolsek, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan, Kementerian Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.
Hadir pula sejumlah tokoh Betawi dan penggiat budaya, khususnya para guru Silat Beksi yang mendapatkan apresiasi berupa bantuan uang tunai yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Jakarta Selatan. Tampak hadir H. Muhammad Nuh, Ibnu Chuldun, Fikri Isnaini Djabir, serta unsur Persatuan Masyarakat Jakarta Mohammad Husni Thamrin (Permata MHT).
Melalui Festival Kampung Budaya Petukangan, masyarakat tidak hanya disuguhkan hiburan dan pertunjukan budaya, tetapi juga diajak memperkuat identitas, menjaga tradisi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga berbasis budaya lokal. Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, festival ini semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu agenda budaya Betawi yang dinantikan masyarakat Jakarta setiap tahunnya.(*/hel)
Komentar