Menurut Noval, Festival Kampung Budaya Petukangan telah menjadi agenda tahunan yang konsisten diselenggarakan selama lima tahun terakhir sebagai upaya menjaga dan mengembangkan budaya Betawi, khususnya Silat Beksi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda.
“Kegiatan ini bertujuan menjaga tradisi budaya Betawi, khususnya Silat Beksi yang merupakan salah satu kekayaan budaya Jakarta. Selain itu, festival ini juga menjadi sarana menggerakkan perekonomian warga melalui UMKM agar para pelaku usaha dapat merasakan manfaat secara langsung,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan Festival Kampung Budaya Petukangan menjadi penting di tengah semakin berkurangnya ruang budaya tradisional di kawasan perkotaan. Karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya Betawi.
Salah satu daya tarik festival tahun ini adalah program voucher belanja UMKM yang digagas Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus tokoh masyarakat setempat, Dadiyono. Sebanyak 1.500 voucher senilai Rp5.000 dibagikan kepada masyarakat untuk berbelanja di stan UMKM yang berpartisipasi.
Antusiasme masyarakat yang tinggi membuat perputaran ekonomi selama festival berlangsung mencapai sekitar Rp120 juta dalam satu hari. Bahkan, Dadiyono menambah ratusan voucher guna mendukung pelaku UMKM dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Komentar