Menanggapi keputusan itu, kubu Thailand mengajukan permohonan peninjauan melalui sistem challenge. Namun, perangkat pertandingan menjelaskan bahwa pelanggaran garis tengah tidak termasuk kategori keputusan yang dapat ditinjau melalui mekanisme challenge sesuai regulasi yang berlaku.
ISTAF menyatakan bahwa wasit dan perangkat pertandingan telah memberikan penjelasan kepada tim Thailand mengenai ketentuan tersebut. Meski demikian, tim Thailand dilaporkan tidak melanjutkan pertandingan dan tidak kembali ke lapangan dalam batas waktu yang telah ditentukan.
"Berdasarkan Buku Panduan Teknikal ISTAF dan peraturan pertandingan yang berlaku, wasit pertandingan kemudian memutuskan Thailand kalah tanpa bertanding (walk over/WO), dan kemenangan diberikan kepada Malaysia," jelas ISTAF.
Hingga saat ini, badan disiplin ISTAF masih melakukan kajian terhadap seluruh aspek insiden sebelum menentukan langkah atau keputusan lanjutan.
Insiden tersebut menjadi perhatian luas publik olahraga internasional karena terjadi pada partai puncak salah satu turnamen sepak takraw paling bergengsi di dunia serta melibatkan Malaysia dan Thailand yang selama ini dikenal sebagai dua kekuatan utama dalam olahraga sepak takraw internasional.(Red)*
Komentar