Selain berdana langsung kepada para Bhikkhu, umat juga difasilitasi dengan “Lembar Pavarana", sarana berdana dalam bentuk komitmen empat kebutuhan pokok Bhikkhu, demi efektivitas dan ketepatan sasaran. Namun umat tetap dapat membawa derma fisik seperti biasa.
Rangkaian kegiatan tahun ini juga mencakup: Penuangan Eco Enzyme oleh WANDANI, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup dan keberlangsungan bumi bagi generasi mendatang.
Penampilan budaya seperti Ondel-ondel, Gamang Kromong dan Pencak Silat (Dinas Kebudayaan DKI Jakarta), Barongsai (Boen Tek Bio & Vihara Budi Mulia), serta penampilan kesenian dari Pondok Pesantren Al Hamid.
Kami juga mengucapkan terima kasih atas berbagai dukungan lokasi diberikan oleh MGK Kemayoran serta Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPKK), hingga dukungan Pengamanan dan kelancaran kegiatan turut dicurahkan oleh: TNI-Polri, Satpol PP DKI Jakarta, Dinas Gulkarmat, Dinas Perhubungan DKI Jakarta (lalu lintas & parkir), Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta (kebersihan area), Dharmapala Nusantara.
Sebagian hasil dari kegiatan Pindapata akan disalurkan untuk program-program sosial, sebagai bentuk kontribusi nyata umat Buddha terhadap masyarakat luas.
“Semoga gema kebajikan ini menyebar luas ke seluruh penjuru Tanah Air dan menggugah hati masyarakat untuk terus berbagi, menjaga budaya, dan mencintai bumi,” tutup Kevin Wu.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Sdr. Tedy +62 855-1006-141 Humas GEMA WAISAK PINDAPATA NASIONAL 2025
Instagram: @pindapatagemawaisak Hashtag: #GemaWaisak2025
Komentar