“Stok LPG 5,5 kg dan 12 kg dalam kondisi aman, baik di tingkat agen maupun pangkalan. Distribusi berjalan normal di seluruh wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu,” katanya.
Pemprov DKI pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Selain itu, pemerintah juga mengantisipasi potensi peralihan penggunaan dari LPG nonsubsidi ke LPG subsidi 3 kg akibat selisih harga.
“Kami akan memperkuat pengawasan, khususnya pada sektor usaha non-UMKM seperti restoran, kafe, dan perhotelan, agar tetap menggunakan LPG nonsubsidi,” ujar Ratu.
Ia juga mengingatkan bahwa pembelian LPG subsidi 3 kg tetap harus menggunakan KTP yang terdaftar dalam sistem Merchant Apps Pertamina (MAP), sebagai upaya memastikan distribusi subsidi tepat sasaran.
Terkait dampak terhadap inflasi, Pemprov DKI menilai kenaikan LPG nonsubsidi tidak akan berdampak signifikan selama harga LPG subsidi tetap stabil.
“Selama LPG 3 kg tersedia dan harganya tidak berubah, kebutuhan dasar masyarakat masih dapat terjaga. Kami akan terus memantau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah,” tutupnya.(*/hel)
Komentar