Seputar Publik / Politik

Hasto Sebut Megawati Minta Kader PDIP Militan dan Disiplin

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan pengarahan dalam pelatihan nasional Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan pengarahan dalam pelatihan nasional

“Kecuali lampu teplok, ketika teman-temannya pada bermain, Bung Karno asyik membaca buku dengan mengasah kepemimpinan intelektualnya untuk mencari jawaban mengapa bangsa Indonesia yang begitu besar dengan sejarah yang luar biasa bisa terjajah 350 tahun lamanya,” sambung dia.

Selain itu, Hasto menjelaskan bahwa Pelatihan Nasional Tim Pemenangan Pilkada 2024 dari PDI Perjuangan dibuat tertutup untuk gelombang pertama dan kedua.

Namun, PDIP memutuskan membuat secara terbuka pelatihan nasional untuk gelombang ketiga.

Dia mengatakan pelatihan nasional yang dibuat terbuka untuk menunjukkan ke rakyat bahwa Megawati dan PDIP dalam mempersiapkan pilkada tidak hanya berbicara konsolidasi dan menjaring paslon.

“Kita partai gotong royong saudara-saudara sekalian, sehingga kekuatan kolektif ini dari Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Rote, ya, dari anak-anak tukang becak, anak-anak petani, dari tukang insinyur, para dokter, para guru semuanya itu ada di dalam PDI Perjuangan karena kita adalah rumah rakyat Indonesia,” ungkap Hasto.

Diketahui, pembukaan acara pelatihan nasional dihadiri sekitar 710 peserta dari lima provinsi dan 68 kabupaten atau kota yang kadernya telah mendapatkan surat tugas dari DPP PDI Perjuangan.

Sementara itu, pelatihan nasional gelombang ketiga dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan Y. Aryo Adhi Dharmo, serta Ketua dan Sekretaris Tim Pemenangan Nasional Pilkada PDI Perjuangan Adian Napitupulu dan Aria Bima.

Adian dalam pengarahan acara pelatihan tim pemenangan gelombang ketiga akan menghadirkan para profesional hingga tokoh nasional sebagai narasumber.

Narasumber tersebut mulai dari konsultan politik, lembaga survei, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini hingga TNI (Purn) Andika Perkasa.

“Total dari tiga penyelenggaraan pelatihan tim pemenangan pilkada yang sudah terlaksana, ada sebanyak 1.995 orang dari 196 daerah yang telah dilatih. Dalam pelatihan, ada banyak materi yang telah dan akan disampaikan, termasuk tentang perubahan pola-pola dari Pilkada yang saat ini dibandingkan dengan pilkada-pilkada yang pernah ada di Indonesia sebelumnya,” pungkas Adian. (*/Red/ant)

Tulis Komentar

Komentar