Seputar Publik / Opini

Hindari Sikap Munafik, Heru Riyadi: Kejujuran dan Keterbukaan Jadi Fondasi Bangsa yang Besar

Mengutip pemikiran Mochtar Lubis tentang karakter manusia Indonesia, Heru Riyadi menyoroti pentingnya keberanian menyampaikan ketidaksetujuan secara terbuka demi menjaga kepercayaan dan mencegah konflik tersembunyi.
Foto Ilustrasi refleksi tentang pentingnya kejujuran, keterbukaan, dan keberanian menyampaikan pendapat dalam membangun hubungan serta kehidupan berbangsa yang sehat. Foto Ilustrasi refleksi tentang pentingnya kejujuran, keterbukaan, dan keberanian menyampaikan pendapat dalam membangun hubungan serta kehidupan berbangsa yang sehat.

Seputarpublik.com || JAKARTA — Kejujuran dan keterbukaan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat, baik dalam kehidupan bermasyarakat, lingkungan pekerjaan, maupun organisasi.

Sikap tersebut juga menjadi bagian dari refleksi Heru Riyadi, S.H., M.H., Dosen Etika Profesi Fakultas Hukum Universitas Pamulang (FH UnPam) sekaligus Penasehat Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI), mengenai karakter dan etika dalam kehidupan sosial.

Menurut Heru, tidak semua orang yang menunjukkan sikap ramah di hadapan seseorang benar-benar memiliki pandangan yang sama. Namun, perbedaan pendapat yang disampaikan secara terbuka justru dapat menjadi ruang untuk berdiskusi dan melakukan perbaikan.

Orang yang berani mengatakan tidak setuju secara langsung, meskipun terkadang terasa tidak nyaman, dinilai masih memberikan kesempatan bagi pihak lain untuk memahami alasan perbedaan tersebut.

Sebaliknya, persoalan dapat berkembang ketika ketidaksetujuan tidak disampaikan secara terbuka, tetapi justru dibicarakan kepada pihak lain.

Kondisi semacam itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman karena persoalan tidak pernah dibicarakan secara langsung.

Kejujuran Membutuhkan Keberanian

Tulis Komentar

Komentar