Seputarpublik.com || PEKANBARU – PTPN IV PalmCo, Subholding Holding Perkebunan Nusantara, terus memperkuat implementasi budaya EntrePlanters sebagai fondasi utama dalam mendukung transformasi bisnis yang berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Bersama Rutin Olahraga dan Ngobrol dengan Karyawan (BRONDOLAN) yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah operasional perusahaan.
Di Provinsi Riau, pelaksanaan perdana program BRONDOLAN digelar di Region Office PTPN IV Regional III, Kota Pekanbaru, pada Jumat (5/6/2026), dengan melibatkan ratusan karyawan dari berbagai jenjang jabatan.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso, didampingi Operation Head Sori Ritonga, Business Support Head Achmedy Akbar, serta jajaran Regional Management.
Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat bersama mengelilingi jogging track kompleks perkantoran PTPN IV Regional III sejauh sekitar dua kilometer. Aktivitas tersebut menjadi sarana membangun interaksi yang lebih erat antarkaryawan lintas fungsi dan jenjang organisasi.
Selanjutnya, peserta mengikuti berbagai permainan yang dirancang untuk memperkuat kebersamaan, sebelum kegiatan ditutup dengan dialog interaktif antara manajemen dan karyawan dalam suasana santai, terbuka, dan penuh semangat kolaborasi.
Bangun Ownership Mindset melalui Budaya EntrePlanters
Dalam paparannya, Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menjelaskan bahwa konsep EntrePlanters mendorong setiap karyawan memahami proses bisnis perusahaan secara menyeluruh, melihat keterkaitan antarfungsi, serta mampu mengambil keputusan yang memberikan nilai tambah bagi organisasi.
Menurutnya, melalui pendekatan tersebut setiap insan perkebunan diharapkan tidak hanya fokus menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap efisiensi, produktivitas, pengelolaan risiko, hingga keberlanjutan perusahaan.
> "Ketika ownership mindset tumbuh, maka setiap individu akan memahami bahwa keberhasilan perusahaan adalah keberhasilan bersama. Mereka akan lebih proaktif mencari solusi, menjaga aset perusahaan, mengurangi pemborosan, dan terus menciptakan perbaikan dalam setiap proses kerja," jelas Bambang.
Ia menambahkan, budaya EntrePlanters menjadi instrumen penting dalam membangun organisasi yang adaptif di tengah dinamika industri perkebunan yang terus berkembang.
Menurutnya, perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu berkolaborasi, berinovasi, serta memiliki semangat untuk terus belajar dan berkembang.
> "Budaya EntrePlanters mengajarkan bahwa setiap orang memiliki kontribusi terhadap pencapaian perusahaan. Tidak ada pekerjaan yang berdiri sendiri. Seluruh proses bisnis saling terhubung dan membutuhkan kolaborasi yang kuat agar mampu menghasilkan kinerja terbaik," ujarnya.
Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan
Selain menjadi media internalisasi budaya perusahaan, BRONDOLAN juga dirancang sebagai ruang komunikasi yang lebih terbuka antara manajemen dan karyawan. Forum tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterikatan (employee engagement) sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan harmonis.
Operation Head PTPN IV Regional III, Sori Ritonga, menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen organisasi.
Mengangkat tema "Tidak Ada Pohon Sawit yang Berbuah Sendirian", ia menjelaskan bahwa setiap ton crude palm oil (CPO) merupakan hasil kerja sama lintas fungsi, mulai dari operasional kebun, teknik, pabrik kelapa sawit, administrasi, sumber daya manusia, hingga pemasaran.
> "Tidak ada divisi yang lebih penting. Yang ada adalah saling melengkapi. Keberhasilan perusahaan hanya dapat dicapai ketika seluruh bagian bekerja sebagai satu kesatuan," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh insan perusahaan meninggalkan ego sektoral dan memperkuat budaya komunikasi terbuka, saling percaya, serta saling mendukung demi menghadapi tantangan industri yang semakin kompetitif.
Dorong Work-Life Balance
Sementara itu, Business Support Head PTPN IV Regional III, Achmedy Akbar, menyampaikan materi mengenai pentingnya penerapan Work-Life Balance (WLB).
Menurutnya, produktivitas yang berkelanjutan hanya dapat dicapai oleh karyawan yang sehat secara fisik, mental, dan sosial. Work-Life Balance bukan sekadar membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, tetapi bagaimana setiap individu mampu bekerja secara fokus sekaligus tetap hadir secara berkualitas bagi keluarga.
Melalui penguatan budaya kolaborasi dan keseimbangan kehidupan kerja tersebut, PTPN IV Regional III optimistis mampu membangun organisasi yang unggul dalam kinerja sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan.
> "Satu orang memiliki keterbatasan, tetapi ketika bergerak bersama, kita menjadi kekuatan yang luar biasa," tuturnya.
Pelaksanaan program BRONDOLAN secara serentak di seluruh unit operasional menjadi simbol komitmen Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo dalam membangun budaya perusahaan yang selaras, adaptif, dan kolaboratif. Program ini akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai bagian dari strategi internalisasi nilai-nilai 3 ON 3 EntrePlanters, guna memperkuat transformasi budaya kerja yang berorientasi pada inovasi, keberlanjutan bisnis, dan peningkatan kinerja perusahaan.(Adv)*