Seputarpublik.com || JAKARTA — Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono dan advokat senior Prof. Otto Cornelis Kaligis atau OC Kaligis menerima Sudut Pandang Award 2026 dalam puncak perayaan HUT ke-11 Media Sudut Pandang di Hotel Luminor Pecenongan, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).
Ferry Juliantono menerima penghargaan kategori Tokoh Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi, sedangkan OC Kaligis meraih penghargaan Lifetime Achievement in Law.
Secara keseluruhan, sebanyak 11 tokoh dan lembaga menerima Sudut Pandang Award 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kiprah, dan kontribusi para penerima di bidang masing-masing.
Pemimpin Redaksi (Pemred) sekaligus Ketua Panitia HUT ke-11 Sudut Pandang, Umi Sjarifah, mengatakan penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap kontribusi para penerima.
> “Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap dedikasi, integritas dan kontribusi para penerima dalam bidang masing-masing,” ujar Umi.
Menurut Umi, keberagaman latar belakang para penerima menunjukkan bahwa kontribusi terhadap masyarakat dapat diberikan melalui berbagai profesi, institusi, maupun bidang pengabdian.
Untuk Ferry Juliantono, penghargaan diberikan atas dedikasi dan kontribusinya dalam memperkuat koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan menuju Indonesia yang maju, kuat, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Sementara itu, penghargaan Lifetime Achievement in Law kepada OC Kaligis diberikan atas dedikasi dan pengabdian panjang dalam profesi advokat serta kontribusinya terhadap perkembangan praktik dan pemikiran hukum di Indonesia.
11 Penerima Sudut Pandang Award 2026
Selain Ferry Juliantono dan OC Kaligis, terdapat sembilan penerima lainnya dalam Sudut Pandang Award 2026.
Taipei Economic and Trade Office (TETO) in Indonesia menerima penghargaan Strategic Media Partner, atas kemitraan yang telah terjalin, dukungan yang konsisten, serta kontribusinya dalam memperkuat kerja sama media antara Indonesia dan Taiwan.
Prof. Dr. Suhandi Cahaya, S.H., M.H., MBA. menerima penghargaan Tokoh Hukum Pidana Berintegritas, atas dedikasi, kepakaran, dan integritas dalam pengabdian di bidang hukum melalui kiprahnya sebagai advokat, akademisi, dan ahli hukum.
Romo Andi Rojali, Ketua Umum DPP Majelis Mahayana Indonesia (MAHASI), menerima penghargaan Tokoh Kerukunan dan Harmoni Kebangsaan atas dedikasi dan kontribusinya dalam memperkuat kerukunan, toleransi, dan kebersamaan sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan.
Selanjutnya, Alexius Tantrajaya, S.H., M.Hum. menerima penghargaan Tokoh Praktisi Hukum Berdedikasi, atas dedikasi dan konsistensinya dalam menjalankan profesi hukum serta kontribusinya dalam mendorong penegakan hukum dan keadilan.
Dr. Susilo Lestari, S.H., M.H. menerima penghargaan Tokoh Hukum Perempuan Inspiratif, atas dedikasi, kepemimpinan, dan kontribusinya dalam pengembangan profesi serta organisasi hukum di Indonesia.
Kemudian, Dr. (H.C.) Muhammad Yuntri, S.H., M.H. menerima penghargaan Tokoh Pengabdi Bantuan Hukum atas dedikasi dan pengabdiannya selama 40 tahun sejak 1986 dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi etika, kesantunan, dan integritas profesi.
H. Syarif Hidayatullah, S.Kom., M.I.Kom., Komisaris Utama PT Indonesia Digital Pos (Indopos.co.id), menerima penghargaan Tokoh Pers Digital Inspiratif atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendorong kemajuan pers digital serta menghadirkan informasi bagi masyarakat.
Sementara itu, PT Ajun Tunas Jaya Tour menerima penghargaan Pionir Pariwisata Nusantara atas dedikasi dan kontribusinya sebagai perusahaan perjalanan wisata dalam mengembangkan dan memajukan pariwisata Nusantara. Penghargaan tersebut diterima oleh Phang Mui Jun, S.E.
Penghargaan Tokoh Pers Tangguh diberikan kepada Dadang Rachmat, S.H., Pemimpin Redaksi media Mitrapol, atas konsistensi dan dedikasinya dalam menjalankan profesi jurnalistik serta menjaga keberlangsungan media di tengah perubahan industri pers.
Rangkaian HUT ke-11 Sudut Pandang
Rangkaian perayaan HUT ke-11 Sudut Pandang diawali dengan pembacaan doa oleh Penasihat Majalah Sudut Pandang H. Alam Sani, S.H., M.M.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan seni siswa SMA Negeri 8 Jakarta dan prosesi potong tumpeng. Rangkaian kegiatan yang dipandu pembawa acara Marina Zumawanty tersebut dilanjutkan dengan penyerahan Sudut Pandang Award 2026 kepada 11 penerima.
Setelah prosesi penghargaan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar hukum bertema “Bunga Rampai Problematika Pengaturan Agraria, Tata Ruang, dan Pertanahan dalam Mewujudkan Kepastian Hukum Tanah.”
Diskusi dimoderatori wartawan senior Aat Surya Safaat dengan menghadirkan Wakil Ketua DPP Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Dr. Susilo Lestari, S.H., M.H., praktisi hukum Dr. Maruarar Siahaan, S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (FH Unsurya) Selamat Lumban Gaol, serta Kepala Subdirektorat Pemeliharaan Hak Atas Tanah dan Ruang pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Noor Puspita Sari.
Umi mengatakan, diskusi tersebut menjadi bagian dari komitmen Sudut Pandang dalam membuka ruang dialog dan pertukaran gagasan mengenai berbagai persoalan hukum yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
11 Tahun Menyatukan Pandangan
Memasuki usia ke-11, Sudut Pandang mengusung tema “11 Tahun Menyatukan Pandangan, Mengokohkan Persatuan Bangsa”.
Menurut Umi, perayaan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan Sudut Pandang sekaligus meneguhkan komitmen jurnalistik dan menjaga kepercayaan pembaca di tengah dinamika industri media.
Sebagai Ketua Panitia, Umi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan dan kontribusi terhadap penyelenggaraan acara, baik dari lembaga, perusahaan, maupun individu.
Dukungan tersebut antara lain datang dari TETO, Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Aviary Park Indonesia, PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk, Visa4Bali, Ajun Tunas Tour, serta Prof. Dr. O.C. Kaligis, S.H., M.H., Suherman Mihardja, S.H., M.H., Dr. Ari Yusuf Amir, S.H., M.H., Muara Karta Simatupang, S.H., M.M., Alexius Tantrajaya, S.H., M.H., Dr. Susilo Lestari, S.H., M.H., Dr. (H.C.) Muhammad Yuntri, S.H., M.H., dan Dr. Carrel Ticualu, S.E., S.H., M.M.
Dihadiri Tokoh Hukum, Pers dan Akademisi
Perayaan HUT ke-11 Sudut Pandang turut dihadiri Bert Sufendi Dharmadi, S.H., yang mewakili Anggota Komisi IV DPR RI Darmadi Durianto.
Hadir pula perwakilan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Dekan Fakultas Hukum Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) Marsda TNI (Purn.) Dr. Sujono, S.H., M.H., CFrA., CPM, beserta sejumlah akademisi, serta Brigjen Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H., dari Bareskrim Polri.
Sejumlah tokoh hukum turut hadir, antara lain Komisioner Komisi Kejaksaan periode 2011–2015 Kaspudin Nor, S.H., M.Si., advokat senior Dr. Jhon S.E. Panggabean, S.H., M.H., KRT AJM Andi Hakim, S.H., Rene Putra Tantrajaya, S.H., LL.M., serta Ketua Peradi SAI Jakarta Utara Sri Astuti, S.H., M.H., beserta jajaran pengurus.
Acara juga dihadiri perwakilan sejumlah organisasi advokat, di antaranya Peradi, Peradi Profesional, KAI, IKADIN, AAI Nasional Bersatu, serta organisasi advokat lainnya. Sejumlah mahasiswa fakultas hukum dari berbagai perguruan tinggi turut mengikuti seminar dan diskusi.
Dari kalangan wartawan, hadir Ketua PWI Jaya Kesit B. Handoyo beserta Sekretaris Jenderal Arman Suparman, serta sejumlah pengurus dan anggota Forum Wartawan Kebangsaan (FWK), di antaranya Hendry Ch. Bangun, Berman Nainggolan L. Radja, Sayid Iskandarsyah, Iqbal Irsyad, dan HMU Kurniadi.
Turut hadir pengurus Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat dan Forum Wartawan Kejaksaan Agung (Forwaka), bersama sejumlah wartawan yang meliput Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat serta Jakarta Utara.
Sejumlah jurnalis televisi nasional dan media siber juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Perayaan HUT ke-11 sekaligus menjadi momentum bagi Media Sudut Pandang untuk memperkuat komitmen terhadap kerja jurnalistik, membangun ruang dialog, serta memberikan apresiasi kepada tokoh dan lembaga yang dinilai memiliki kontribusi di bidang masing-masing.(Red)*