Kurang lebih dua minggu menangani tim yang bermarkas di Allianz Arena tersebut, pelatih kelahiran 1973 itu berhasil mengembalikan Die Roten ke posisi puncak klasemen, tetapi beberapa hari kemudian ia gagal membuat timnya melangkah lebih jauh di DFB-Pokal Cup setelah disingkirkan Freiburg.
Ketika disinggung kekuatan Bayern setelah dilatih dua pelatih berbeda di musim ini, Pep mengatakan Bayern di bawah Tuchel dan Nagelsmann sama-sama menampilkan permainan yang atraktif dan sulit dikalahkan.
“Baik (Tuchel dan Nagelsmann) sangat kreatif dengan bentuk yang mereka mainkan,” kata Pep.
“Akan sulit memainkan laga melawan Bayern dengan Nagelsmann dan dengan Tuchel,” tambah Pep.
Lebih lanjut, Pep mengatakan laga melawan raksasa Bundesliga itu di babak perempat final Liga Champions nanti akan menjadi partai yang sulit.
Namun, meski begitu ia tetap optimis anak-anak asuhnya dapat mengalahkan tim yang memenangkan 10 gelar Bundesliga secara berturut-turut tersebut.
“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit, tapi inilah kompetisinya, mengalahkan yang terbaik,” ucap Pep.
“Mereka memiliki banyak ancaman dan itu adalah ujian yang bagus bagi kami,“ Pep melanjutkan.
“Kami ingin mencoba. Merupakan suatu kehormatan berada di sini melawan klub elit di Bayern Muenchen. Kami tidak akan menerima begitu saja. Kami harus memainkan dua pertandingan. Mulai besok,” pungkas Pep.
Komentar