Seputar Publik / Berita

Jusuf Rizal Siap Maju Pimpin KSPSI 2027–2032, Usung Pembaruan dan Kesejahteraan Buruh

Jelang Kongres KSPSI XI, Jusuf Rizal menyatakan siap berkompetisi melalui adu gagasan dengan membawa semangat Bina-Lindung-Sejahtera serta penguatan kualitas SDM pekerja menuju Indonesia Emas 2045.
Jusuf Rizal menyatakan kesiapannya berkompetisi dalam Kongres KSPSI XI periode 2027–2032 dengan mengusung gagasan pembaruan organisasi dan peningkatan kesejahteraan pekerja serta buruh. Jusuf Rizal menyatakan kesiapannya berkompetisi dalam Kongres KSPSI XI periode 2027–2032 dengan mengusung gagasan pembaruan organisasi dan peningkatan kesejahteraan pekerja serta buruh.

Sebagai bagian dari persiapannya, Jusuf Rizal mengungkapkan telah menyiapkan sekretariat organisasi di kawasan Tebet, Jakarta. Ia menyebut fasilitas tersebut disiapkan agar dapat menjadi sekretariat tetap apabila dirinya terpilih memimpin KSPSI.

Menurutnya, keberadaan sekretariat yang permanen merupakan salah satu unsur penting dalam membangun tata kelola organisasi yang tertib, profesional, dan memiliki kesinambungan.

Siapkan Penguatan SDM Pekerja Menuju Indonesia Emas 2045

Lebih jauh, Jusuf Rizal mengaku telah menyiapkan sejumlah konsep pengelolaan organisasi modern untuk mendorong kemajuan KSPSI ke depan.

Salah satu fokus yang ingin diperkuat adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pekerja dan buruh agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan pola kerja, serta revolusi industri.

Menurutnya, pekerja dan buruh harus memiliki kompetensi yang terus berkembang agar tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan dunia industri. Penguatan kapasitas tersebut juga dinilai penting untuk mendukung kesiapan tenaga kerja Indonesia menyongsong Generasi Emas 2045.

Ia berharap KSPSI ke depan tidak hanya kuat dari sisi organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata melalui program pembinaan, perlindungan, dan peningkatan kesejahteraan pekerja.

Dengan demikian, Kongres XI KSPSI pada Februari 2027 diharapkan menjadi momentum penting untuk menguji gagasan, memperkuat demokrasi organisasi, dan menentukan arah perjuangan serikat pekerja dan buruh untuk periode 2027–2032.(Redaksi.)*

Tulis Komentar

Komentar