Seputarpublik.com || JAKARTA, – Menjelang pelaksanaan Kongres XI Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Yorrys Raweyai yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2027, dinamika pencalonan Ketua Umum untuk periode 2027–2032 mulai menjadi perhatian.
Organisatoris sekaligus aktivis pekerja dan buruh, KRH. HM. Jusuf Rizal, menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi memimpin KSPSI. Ia mengaku ingin membawa semangat kebangkitan organisasi melalui penguatan gagasan, pembenahan tata kelola, serta perjuangan terhadap hak dan kesejahteraan pekerja dan buruh.
Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Rizal saat menjawab pertanyaan awak media di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, seusai memberikan sambutan dalam kegiatan salah satu serikat pekerja. Dalam kesempatan itu, ia hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Aliansi Serikat Pekerja dan Buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Seluruh Indonesia.
Aktif di Sejumlah Organisasi Pekerja dan Buruh
Dalam keterangannya, Jusuf Rizal menyebut dirinya aktif di berbagai organisasi pekerja dan buruh. Selain menjabat Ketua Aliansi Serikat Pekerja dan Buruh TKBM Seluruh Indonesia, ia juga mengemban posisi Ketua Harian KSPSI pimpinan Yorrys Raweyai, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI), serta Koordinator Forum Jaminan Sosial (Forum Jamsos) lintas federasi dan konfederasi.
Di luar organisasi ketenagakerjaan, Jusuf Rizal juga tercatat aktif dalam sejumlah organisasi kemasyarakatan dan profesi. Di antaranya, pendiri LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI), Ketua Umum Masyarakat Madura Asli Nusantara (Madas Nusantara), serta Ketua LBH LSM LIRA.
Ia juga dikenal sebagai wartawan senior dan aktivis yang, menurut keterangannya, telah terlibat dalam berbagai kegiatan advokasi pekerja dan buruh, termasuk mengawal penyampaian aspirasi serta aksi demonstrasi di sejumlah daerah.
Jusuf Rizal menegaskan, keinginannya maju dalam kontestasi Ketua Umum KSPSI bukan untuk mengejar jabatan di pemerintahan maupun posisi komisaris. Baginya, kompetisi dalam organisasi merupakan ruang bagi anggota untuk menawarkan gagasan dan konsep terbaik demi kemajuan organisasi.
"Jika saya mencalonkan diri menjadi Ketua Umum KSPSI, bukan untuk mengincar jabatan di pemerintahan atau komisaris. Saya akan terus memperjuangkan nasib pekerja dan buruh, terpilih atau tidak terpilih memimpin KSPSI periode 2027–2032. Namun, bertarung adu gagasan dan konsep, berkompetisi dengan siapa pun dalam memajukan KSPSI ke depan, adalah hak setiap anggota," tegas Jusuf Rizal.
Usung Semangat KSPSI dan Program Bina-Lindung-Sejahtera
Menurut Jusuf Rizal, semangat yang ingin dibangkitkan kembali adalah nilai dasar perjuangan KSPSI sebagai organisasi yang berdiri sejak 1973. Ia menilai, organisasi serikat pekerja dan buruh harus tetap berorientasi pada pembelaan hak, keadilan, kemakmuran, serta peningkatan kesejahteraan anggotanya.
Ia berpandangan, perjuangan organisasi pekerja tidak semestinya dijadikan sarana untuk memperoleh keuntungan atau jabatan pribadi. Sebaliknya, organisasi harus menjadi wadah yang konsisten memperjuangkan kepentingan pekerja dan buruh.
Jusuf Rizal juga menyampaikan bahwa dirinya tetap berpegang pada program Bina-Lindung-Sejahtera, yang menurutnya telah dirumuskan bersama sejumlah tokoh serikat pekerja dan buruh sekitar 15 tahun lalu.
Ia menjelaskan, sikap organisasi yang ideal adalah tetap mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, tetapi tetap kritis dan konstruktif ketika terdapat kebijakan yang perlu diperbaiki.
"Diluar sistem membela kepentingan pekerja dan buruh serta bersama rakyat, buat saya itu lebih baik daripada di dalam kekuasaan, tetapi zalim kepada pekerja dan buruh. Sebab, saya meyakini setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan kelak," ujarnya.
Kompetisi Terbuka dan Adu Gagasan
Terkait kemungkinan Yorrys Raweyai kembali mengikuti kontestasi kepemimpinan KSPSI, Jusuf Rizal menyatakan tidak mempermasalahkannya. Ia menilai, demokrasi organisasi harus memberikan ruang kepada setiap anggota yang memiliki hak untuk mencalonkan diri.
Menurutnya, kualitas calon pemimpin semestinya dinilai dari gagasan, konsep, kapasitas, dan komitmen terhadap organisasi, bukan semata-mata kedekatan personal dengan pejabat atau pihak tertentu.
Ia berharap Kongres XI KSPSI dapat menjadi momentum untuk menghadirkan kompetisi yang sehat, terbuka, dan berorientasi pada kemajuan organisasi serta kepentingan pekerja dan buruh.
Sebagai bagian dari persiapannya, Jusuf Rizal mengungkapkan telah menyiapkan sekretariat organisasi di kawasan Tebet, Jakarta. Ia menyebut fasilitas tersebut disiapkan agar dapat menjadi sekretariat tetap apabila dirinya terpilih memimpin KSPSI.
Menurutnya, keberadaan sekretariat yang permanen merupakan salah satu unsur penting dalam membangun tata kelola organisasi yang tertib, profesional, dan memiliki kesinambungan.
Siapkan Penguatan SDM Pekerja Menuju Indonesia Emas 2045
Lebih jauh, Jusuf Rizal mengaku telah menyiapkan sejumlah konsep pengelolaan organisasi modern untuk mendorong kemajuan KSPSI ke depan.
Salah satu fokus yang ingin diperkuat adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pekerja dan buruh agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan pola kerja, serta revolusi industri.
Menurutnya, pekerja dan buruh harus memiliki kompetensi yang terus berkembang agar tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan dunia industri. Penguatan kapasitas tersebut juga dinilai penting untuk mendukung kesiapan tenaga kerja Indonesia menyongsong Generasi Emas 2045.
Ia berharap KSPSI ke depan tidak hanya kuat dari sisi organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata melalui program pembinaan, perlindungan, dan peningkatan kesejahteraan pekerja.
Dengan demikian, Kongres XI KSPSI pada Februari 2027 diharapkan menjadi momentum penting untuk menguji gagasan, memperkuat demokrasi organisasi, dan menentukan arah perjuangan serikat pekerja dan buruh untuk periode 2027–2032.(Redaksi.)*