Contoh kedua yang bisa dijadikan inspirasi kesuksesan dalam bidang teknologi informasi kata Idris adalah Mark Zuckerberg, pencipta facebook. “Minat komputer dan pemogramannya juga dimulai sejak usia dini. Umur 12 tahun sudah menulis kode software. Saat kuliah di Harvard tahun 2004 bersama temannya Mc Collum, Eduardo Saveri, Chris Hughes, Dustin Moskovitz ciptakan facebook. Awalnya hanya untuk mahasiswa di Harvard saja, tapi menyebar dan berkembang menjadi jejaring sosial global yang menghubungkan miliaran orang di dunia. Mark menjadi miliarder termuda di dunia.” Tuturnya.
Idris menyampaikan keteladanan Mark Zuckerberg, meski sukses di bisnis, tapi tidak membuatnya lupa berbagi dan berdedikasi sosial. Mark bersama istrinya aktif di kegiatan filantropi melalui lembaga Chan Zuckerberg Initiative yang berkomitmen memajukan pendidikan, pengetahuan, dan masalah kesehatan global.
“Itulah kenapa perlu untuk selalu semangat mengikuti agenda pendidikan dan pelatihan. Karena masalah utama negara ini, bukanlah finansial dan ekonomi. Itu hanya dampak. Efek negatif dari masalah utama yang sedang kita hadapi.” Ujar Idris.
Pendapat Idris, persoalan utama bangsa Indonesia adalah kebodohan. Kurangnya pengetahuan, kurangnya keterampilan, dan kurangnya sikap kerja yang baik. Akhirnya, banyak orang yang tidak mengetahui harus berbuat apa. Hal itulah yang membuat kemiskinan menyebar, pengangguran masih banyak, dan kemudian merembes kepada beragam efek buruk lainnya.
“Dia berpesan kepada peserta, Saatnya kita berfikir, bagaimana Bill Gates dan Mark bekerja. Mereka tampaknya tidak lagi mencari duit, tapi duitlah yang mendatangi mereka. Waktunya kita berfikir, agar kita tidak terlampau pusing dan sibuk mencari uang, tapi bagaimana uang yang mengalir ke kantong kita. Bagaimana caranya? Ya, kita harus punya keterampilan, harus punya kreativitas dan inovasi.” Pesannya.
Jadi, belajar dari kisahnya Bill Gates dan Mark Zuckerberg, kita bisa teladani beberapa poin yang akan menjadi panduan kita mencapai kesuksesan. Ialah, memiliki visi, keberanian memulai dan kesiapan mengambil risiko, dedikasi dan kerja keras, tanggungjawab, kerjasama, optimis dan pantang menyerah, kreativitas dan inovasi, serta kepedulian.” Tutupnya.
Hadir pada acara pembukaan pelatihan operator komputer tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Palas, Abdul Manan, Ketua Badan Shilaturrahim Pondok Pesantren se-Kabupaten Palas, Fauzan Hamidi Hasibuan, Pimpinan Ponpes Al-Mukhtariyah, Mukhtar Abbas Siregar; Pimpinan Ponpes Ruhul Islam Sialambue, Misbah Fuadi Hasibuan; dan Perwakilan Ponpes Al-Faqih Babussalam Gunungtua, Kecamatan Ulu Sosa, Kabupaten Palas. (*)
Komentar