Semangat kerja tersebut juga tercermin dari upayanya mencari tambahan penghasilan di luar jam kerja. Bersama suaminya, Useng, yang merupakan pensiunan bagian pemeliharaan tanaman, Kartini menjalankan berbagai usaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membiayai pendidikan anak.
Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Salah satu anaknya, Nurdin Cahyadi, saat ini menempuh pendidikan pascasarjana hukum sekaligus bekerja di Kementerian Sosial. Sementara anak lainnya, Apip Ahmad, mengikuti program magang di Taiwan setelah menyelesaikan pendidikan di Politeknik Negeri Subang.
Kartini menegaskan bahwa nilai kejujuran dan kerja keras menjadi prinsip utama yang selalu ia tanamkan kepada anak-anaknya sebagai bekal menghadapi kehidupan.
Menjelang masa pensiun, ia berharap dapat terus menjaga kesehatan serta menyaksikan perkembangan keluarganya. Ia juga memiliki harapan untuk menunaikan ibadah umrah bersama suami.
Kisah Kartini mencerminkan peran sumber daya manusia sebagai fondasi utama keberlanjutan bisnis perkebunan. Sebagai bagian dari PT Perkebunan Nusantara I, perusahaan terus berkomitmen mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan.(Adv)*
Komentar