Beranda
Seputar Publik / Berita

Kasatgas PRR Tito Karnavian Apresiasi Dukungan DPR RI, Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera Tunjukkan Progres Signifikan

Dalam rapat koordinasi di Gedung Nusantara IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian paparkan penurunan drastis jumlah pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Jumlah pengungsi pascabencana Sumatera turun drastis. Kasatgas PRR Tito Karnavian apresiasi dukungan DPR RI dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Jumlah pengungsi pascabencana Sumatera turun drastis. Kasatgas PRR Tito Karnavian apresiasi dukungan DPR RI dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Seputarpublik.com, JAKARTA — Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengapresiasi dukungan Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI dalam mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi bersama Satgas DPR RI dan Satgas PRR Pemerintah di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 17 Februari 2026, jumlah pengungsi menunjukkan penurunan signifikan. Di Provinsi Aceh, jumlah pengungsi turun dari 1.418.872 menjadi 12.144 orang. Di Provinsi Sumatera Utara, dari 53.523 menjadi 850 orang. Sementara di Provinsi Sumatera Barat, jumlah pengungsi telah mencapai nol dari sebelumnya 16.164 orang.

Sebagian warga telah kembali ke rumah setelah menerima bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan dan sedang. Untuk kategori rusak berat atau rumah hilang, pemerintah menyiapkan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian.

Percepatan Infrastruktur dan Logistik

Tito Karnavian menegaskan, pemerintah terus mempercepat rehabilitasi infrastruktur, termasuk perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya. Tantangan terbesar terjadi di wilayah dataran tinggi dan pegunungan yang terdampak longsor, menyebabkan akses logistik sempat terhambat.

> “Daerah pegunungan ini hampir tidak pernah mengalami bencana besar seperti ini dalam puluhan tahun. Sistem logistik mereka hanya mampu bertahan beberapa hari,” ujarnya.

Untuk memastikan ketersediaan pangan dan logistik, Satgas PRR berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian, serta Perum Bulog guna menjaga distribusi dan stok bahan pokok di daerah terdampak.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri pimpinan DPR RI, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Keuangan, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih terkait lainnya.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan DPR RI, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera diharapkan tuntas secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan. {red}*