Hal tersebut sejalan dengan semangat kepengurusan IPERINDO periode 2026–2030.
“Galangan kapal nasional juga harus terus bertransformasi. Kita harus meningkatkan kualitas pekerjaan, mempercepat delivery dan menawarkan harga yang semakin kompetitif. Dukungan pemerintah harus kita jawab dengan peningkatan kemampuan dan profesionalisme industri galangan nasional,” tegas Anita.
Menurut Anita, posisi Indonesia sebagai negara kepulauan menciptakan kebutuhan kapal yang besar. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan untuk memperkuat industri perkapalan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri pendukung.
Penguatan industri galangan juga dinilai berpotensi membuka lapangan kerja dan meningkatkan penguasaan teknologi di dalam negeri.
“Kita ingin kebutuhan kapal Indonesia semakin banyak dipenuhi oleh industri kita sendiri. Mari bersama-sama membangun kapal di dalam negeri, memperkuat pelayaran nasional dan menjadikan industri galangan kapal sebagai salah satu kekuatan menuju kemandirian maritim Indonesia,” pungkas Anita.(Red.)*
Komentar