Beranda
Seputar Publik / Berita

Ketua Umum AMKI Pusat Dadang Rahmat Hadiri Anugerah Jurnalistik MH Thamrin-PWI Jaya ke-52

Anugerah Jurnalistik MH Thamrin-PWI Jaya ke-52 menjadi momentum memperkuat apresiasi, profesionalisme, dan kolaborasi insan pers di tengah dinamika media digital.
Ketua Umum AMKI Pusat Dadang Rahmat, S.H., bersama jajaran pengurus pusat menghadiri Anugerah Jurnalistik MH Thamrin-PWI DKI Jakarta ke-52/2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/9/2026). Ketua Umum AMKI Pusat Dadang Rahmat, S.H., bersama jajaran pengurus pusat menghadiri Anugerah Jurnalistik MH Thamrin-PWI DKI Jakarta ke-52/2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/9/2026).

Seputarpublik.com || JAKARTA — Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat, Dadang Rahmat, S.H., menghadiri Anugerah Jurnalistik MH Thamrin-PWI DKI Jakarta ke-52/2026 yang digelar di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB tersebut diselenggarakan oleh PWI Jaya dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Anugerah Jurnalistik MH Thamrin menjadi salah satu momentum penting dalam memberikan apresiasi terhadap karya jurnalistik sekaligus memperkuat silaturahmi dan kebersamaan insan pers di Ibu Kota.


Kehadiran Ketua Umum AMKI Pusat Dadang Rahmat dalam kegiatan tersebut turut didampingi jajaran pengurus pusat. Di antaranya Bendahara Umum AMKI Dra. Umi Sjarifah, S.H., Sekretaris Jenderal AMKI Simon Leo Siahaan, Penasehat AMKI Pusat Bermain Radza Nainggolan, Kabid Hukum Rukmana, S.H., M.H., serta Kabid Humas AMKI Pusat Rendy Herdiana.

Kehadiran jajaran pengurus AMKI Pusat tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dan komunikasi antarelemen pers, sekaligus menunjukkan pentingnya membangun ekosistem jurnalistik yang profesional, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dalam momentum penghargaan tersebut, Dadang Rahmat menilai apresiasi terhadap karya jurnalistik memiliki arti penting bagi perkembangan pers nasional. Penghargaan tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap kerja keras jurnalis, tetapi juga dapat menjadi dorongan bagi insan pers untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik.

“Anugerah jurnalistik merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras dan dedikasi insan pers. Namun lebih dari itu, momentum seperti ini juga menjadi pengingat bahwa pers memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dadang Rahmat.

Menurutnya, tantangan dunia pers saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi digital dan perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi.

Kecepatan distribusi informasi, kata dia, harus tetap berjalan beriringan dengan proses verifikasi, akurasi, keberimbangan, serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.

“Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, media dituntut semakin adaptif tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar jurnalistik. Kecepatan memang penting, tetapi akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan kepentingan publik harus tetap menjadi landasan utama,” katanya.

Dadang juga menekankan pentingnya kolaborasi dan silaturahmi antarlembaga, organisasi pers, media, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pers yang sehat.

Menurutnya, pers yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, tetapi juga oleh konsistensi menjaga profesionalisme, independensi, integritas, dan kepercayaan publik.

Anugerah Jurnalistik MH Thamrin-PWI DKI Jakarta ke-52/2026 menjadi ruang untuk memberikan penghargaan terhadap karya jurnalistik sekaligus mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem pers dan pemerintahan.

Momentum tersebut juga diharapkan dapat semakin mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik berkualitas yang mampu memberikan informasi, edukasi, sekaligus kontribusi positif bagi masyarakat.

Bagi AMKI, perkembangan industri media di era konvergensi menuntut organisasi dan perusahaan pers untuk terus melakukan inovasi. Namun, transformasi digital tetap harus ditempatkan sebagai sarana untuk memperkuat fungsi pers, bukan mengurangi prinsip-prinsip fundamental jurnalistik.

Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, insan pers diharapkan mampu terus menjaga kepercayaan publik serta menghadirkan pemberitaan yang tepat, berimbang, dan bertanggung jawab.(Red.)*