Seputar Publik / Olahraga

Kompetisi Judo Pelajar Se-Banten Digelar di Mall, Sandro Adityajaya Dojo Dorong Pembinaan Atlet Muda

Turnamen judo yang direncanakan berlangsung di Cilegon Center Mall pada Juni 2026 menjadi langkah strategis memperkenalkan olahraga judo kepada masyarakat sekaligus memperkuat pembinaan atlet pelajar di Provinsi Banten.
Sandro Adityajaya Dojo menyiapkan kompetisi judo pelajar tingkat Provinsi Banten yang akan digelar di Cilegon Center Mall pada Juni 2026 sebagai upaya memperkuat pembinaan atlet muda sekaligus mempopulerkan olahraga judo di masyarakat. Sandro Adityajaya Dojo menyiapkan kompetisi judo pelajar tingkat Provinsi Banten yang akan digelar di Cilegon Center Mall pada Juni 2026 sebagai upaya memperkuat pembinaan atlet muda sekaligus mempopulerkan olahraga judo di masyarakat.

Subhan yang juga pernah terlibat sebagai pengarah cabang olahraga dalam ajang Asian Games 2018 menilai pendekatan tersebut penting untuk meningkatkan popularitas judo di kalangan generasi muda.

“Kami ingin masyarakat di Provinsi Banten semakin mengenal olahraga judo. Dengan menghadirkan kompetisi di pusat perbelanjaan, kami berharap olahraga ini semakin populer di kalangan pelajar,” tambahnya.

Selain mempersiapkan kompetisi pelajar di Banten, Sandro Adityajaya Dojo juga tengah menyiapkan atlet-atletnya untuk mengikuti berbagai kejuaraan judo dan Kurash di tingkat nasional maupun internasional.

Sejumlah agenda yang menjadi target keikutsertaan antara lain Tiang Bendera Open Judo Championship, KASAD Cup, Kapolri Cup, serta berbagai turnamen Kurash di mancanegara.

Namun demikian, Subhan mengakui bahwa keterbatasan pendanaan menjadi tantangan utama dalam menjalankan berbagai program pembinaan atlet.

Menurutnya, hingga saat ini perkumpulan yang ia bina belum mendapatkan dukungan pembiayaan dari lembaga olahraga seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia maupun dinas terkait, sehingga sebagian besar program dijalankan secara mandiri.

“Selama ini kami berjuang secara mandiri. Banyak program harus dijalankan dengan dana pribadi serta dukungan sponsor yang tidak selalu tersedia,” ungkapnya.

Bahkan, demi menjaga keberlangsungan program pembinaan dan partisipasi atlet dalam berbagai kompetisi, Subhan mengaku harus menjaminkan dua kendaraan pribadinya untuk menopang kegiatan perkumpulan.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Subhan tetap optimistis terhadap masa depan pembinaan olahraga judo dan kurash di Banten.

Ia berharap akan ada pihak sponsor dan mitra strategis yang bersedia mendukung program pembinaan atlet secara berkelanjutan demi kemajuan olahraga dan generasi muda Indonesia.

“Kami mengundang semua pihak untuk datang langsung ke dojo dan melihat proses pembinaan atlet. Dari tempat ini telah lahir beberapa juara dunia Kurash serta atlet yang pernah tampil di Asian Games dan Asian Youth Games,” tutupnya.

Melalui berbagai program kompetisi dan pembinaan yang terus dikembangkan, Sandro Adityajaya Dojo berharap dapat terus berkontribusi mencetak atlet berprestasi sekaligus memperluas popularitas olahraga judo dan kurash di Indonesia.(red)*

Tulis Komentar

Komentar