Menurut Amran, Indonesia didorong tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga meningkatkan posisi tawar sebagai produsen dalam perdagangan kopi internasional. Peningkatan kualitas bibit dan produktivitas kebun menjadi salah satu fokus untuk mendukung tujuan tersebut.
“Kami ingin Indonesia sebagai produsen memiliki posisi tawar yang lebih kuat. Nilai tambah komoditas harus kembali kepada petani dan negara agar kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujar Amran.
Rekam Jejak Ekspor dan Strategi Turn Around
Bagi PTPN IV PalmCo, pasar internasional bukan merupakan tujuan baru. Berdasarkan data rekam jejak ekspor perusahaan, Java Coffee Estate telah memasok kopi ke sejumlah negara di kawasan Eropa, Amerika Utara, hingga Timur Tengah.
Sepanjang 2024, volume ekspor kopi Java Coffee Estate tercatat didistribusikan ke Jerman sebanyak 144 ton, Amerika Serikat 132 ton, Belgia 109 ton, Inggris Raya 108 ton, Arab Saudi 92 ton, dan Norwegia 19 ton.
Tren ekspor tersebut berlanjut pada 2025. Hingga April 2025, perusahaan tercatat telah mengirimkan komoditas kopi ke Inggris Raya sebanyak 53 ton, Amerika Serikat 36 ton, serta Norwegia dan Arab Saudi masing-masing 19 ton.
Komentar