Seputar Publik / Berita

Muhammad Tito Karnavian Pastikan Percepatan Pemulihan Pascabencana di Pidie Jaya, Pengungsi Ditargetkan Keluar dari Tenda Sebelum Lebaran

Ketua Satgas PRR meninjau langsung progres rehabilitasi infrastruktur, penyaluran bantuan, serta percepatan hunian sementara bagi warga terdampak banjir di Aceh setelah hampir tiga bulan masa pemulihan
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung percepatan pemulihan pascabencana di Pidie Jaya, memastikan penyaluran bantuan, perbaikan infrastruktur, serta relokasi pengungsi ke hunian sementara sebelum Idulfitri. Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung percepatan pemulihan pascabencana di Pidie Jaya, memastikan penyaluran bantuan, perbaikan infrastruktur, serta relokasi pengungsi ke hunian sementara sebelum Idulfitri.

Seputarpublik.com, Pidie Jaya — Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya untuk memastikan percepatan pemulihan serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.

Tito menegaskan bahwa sejak bencana terjadi pada akhir November 2025, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah (Pemda) telah mengerahkan berbagai sumber daya guna menangani dampak bencana.

Saat itu, sejumlah infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, listrik, dan jaringan komunikasi mengalami gangguan. Namun setelah hampir tiga bulan masa pemulihan, kondisi di berbagai wilayah termasuk Pidie Jaya mulai berangsur normal.

“Nah, intinya bahwa selama lebih kurang hampir dua bulan, tiga bulan ini, sudah banyak perubahan yang terjadi. Jalan nasional sudah bisa lewat, listrik sudah input, internet [masuk], mungkin juga BBM. Saya ingat betul di Pidie Jaya, SPBU-nya, ngantri panjang, bahkan ada yang tutup. Sekarang saya lihat sudah normal,” katanya di Masjid Agung Tgk Chik Pante Geulima, Jumat (6/3/2026).

Meski demikian, Tito menegaskan masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama pembersihan lumpur akibat banjir, penanganan sedimen sungai, serta perbaikan jembatan dan jalan yang rusak.

Tulis Komentar

Komentar