Seputarpublik.com || JAKARTA – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA menggelar kuliah praktik bagi mahasiswa Mata Kuliah Jurnalisme Daring dan Produksi Media Online dengan menghadirkan praktisi media nasional sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan profesional di bidang jurnalistik digital.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus FISIP UHAMKA, Jalan Limau II, Jakarta Selatan, pada Jumat (15/5/2026), menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Edy Suherli Suhaemi, Wakil Pemimpin Redaksi VOI.ID, serta Bambang Ros, fotografer senior sekaligus Desk Foto VOI.ID Media.
Kuliah praktik ini merupakan bagian dari rangkaian program pembelajaran lapangan semester genap yang dirancang untuk mempertemukan mahasiswa secara langsung dengan dinamika dunia kerja media massa, khususnya industri media digital yang berkembang sangat cepat.
Sebelumnya, mahasiswa juga telah mengikuti kegiatan praktik lapangan di kantor redaksi Suara Merdeka sebagai bagian dari upaya kampus menghubungkan teori akademik dengan pengalaman profesional di lapangan.
Dalam sesi pemaparan, Edy Suherli Suhaemi membahas berbagai aspek penting dalam produksi konten media online, mulai dari teknik peliputan digital, proses kerja redaksi, hingga tantangan menjaga keseimbangan antara kecepatan dan akurasi dalam pemberitaan.
Menurutnya, perkembangan ekosistem media digital menuntut jurnalis masa kini untuk memiliki kemampuan adaptif, tidak hanya dalam menulis berita, tetapi juga dalam menguasai multimedia dan memahami karakter berbagai platform digital.
“Mahasiswa komunikasi harus siap menghadapi perubahan ekosistem media. Kecepatan memang penting, tetapi akurasi dan etika jurnalistik tetap menjadi fondasi utama yang tidak boleh ditinggalkan,” ujarnya di hadapan para peserta.
Sementara itu, Bambang Ros memberikan pembekalan mengenai pentingnya foto jurnalistik sebagai elemen vital dalam memperkuat kualitas pemberitaan digital. Ia menegaskan bahwa kekuatan visual memiliki peran besar dalam menarik perhatian pembaca di tengah derasnya arus informasi.
Dalam paparannya, Bambang juga membagikan pengalaman profesionalnya saat meliput berbagai agenda besar, termasuk kegiatan kenegaraan dan konser internasional. Ia turut memberikan sejumlah kiat teknis dalam memotret tokoh publik, pejabat negara, hingga figur dunia hiburan.
“Sebuah foto jurnalistik bukan hanya soal menangkap gambar, tetapi bagaimana mengabadikan momentum yang memiliki nilai berita,” jelasnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber. Para peserta diajak memahami proses kerja media online secara menyeluruh, mulai dari perencanaan liputan, pengumpulan data, pengambilan visual, hingga proses publikasi berita di platform digital.
Pihak Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UHAMKA berharap kegiatan seperti ini dapat terus memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan industri media yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.
Kuliah praktik ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mencetak generasi jurnalis muda yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, dan etika dalam menjalankan tugas jurnalistik di era digital.(Red)*