Pada pidato pertama paska pengukuhan, Marullah Matali mengutip ucapan Abu Bakar saat dilantik sebagai Khalifah. “Saya bukan yang terhebat, tapi Anda semua sudah memilih saya. Karena itu apabila ada perbuatan saya yang baik, maka kuatkanlah saya. Tapi apabila ada perbuatan saya yang melenceng, tegurlah saya.”
Marullah juga menyampaikan terima kasih kepada Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang telah mendukung pelaksanaan Kongres. Seraya berterima kasih juga kepada para tokoh Betawi dan para peserta Kongres, serta manajemen Taman Impian Jaya Ancol yang telah memfasilitasi Kongres pertama MKB.

Selain mendapuk Marullah Matali menjadi Ketua Wali Amanah, Kongres juga memberi mandat penuh kepada Marullah untuk menyusun personalia MKB dalam satu bulan ke depan. Kongres juga berhasil menetapkan 21 kaidah terkait kepemimpinan adat kaum Betawi, termasuk kaidah Wali Amanah dan kaidah badan-badan pelaksana MKB.
Keputusan lain, merekomendasikan kepada MKB untuk membangun gedung Betawi Center yang menjadi pusat kegiatan kebetawian. Juga rekomendasi pembangunan mess bagi mahasiswa Betawi yang sedang berkuliah di luar Jakarta.
Terakhir, Kongres juga merekomendasikan agar MKB sebagai lembaga adat Betawi mendukung caleg-caleg Betawi yang akan bertarung di pemilu legislatif, termasuk mendukung calon Gubernur dari kalangan masyarakat Betawi.
Seperti diketahui, Kongres untuk pertama kalinya yang berlangsung di Balai Agung, Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, pada Jumat (9/6/2023) yang di fasilitasi oleh Pemprov DKI Jakarta dan dibuka secara resmi oleh PJ Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, kemudian dilanjutkan pada Sabtu (10/6/2023) di Candi Bentar, Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara. (*/hel)
Komentar