Beranda
Seputar Publik / Megapolitan

Lukman Hakim Sebut Suksesnya Tabur Bunga Sasak Kapuk 2026 Berkat Falsafah "Sapu Lidi"

Lukman Hakim alias Bang Alex salah satu motor penggerak pembuka kunci sejarah Sasak Kapuk bersama Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Haris Bobihoe di acara Tabur Bunga Sasak Kapuk, Senin (17/8/2026). Lukman Hakim alias Bang Alex salah satu motor penggerak pembuka kunci sejarah Sasak Kapuk bersama Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Haris Bobihoe di acara Tabur Bunga Sasak Kapuk, Senin (17/8/2026).

Seputarpublik.comKota Bekasi - Salah satu tokoh penggerak acara "Tabur Bunga Sasak Kapuk" Lukman Hakim atau yang populer dengan panggilan Bang Alex mengaku bersyukur acara "Tabur Bunga Sasak Kapuk" berjalan lancar dan sukses.

Menurutnya, kelancaran dan kesuksesan acara berkat bersatunya warga Bekasi Utara dan Medan Satria yang secara bergotong royong bahu membahu bekerja keras menyukseskan acara. Terutama bersatunya para tokoh penggerak meski berbeda bendera partai politik mereka rela bersatu di Sasak Kapuk ini demi KH. Noer Alie.

"Seperti falsafah sapu lidi, kita tahukan sapu lidi, kalau dibuat nyapu satu-satu pasti enggak akan bisa, tapi kalau jadi satu baru bisa bersih. Nah, begitu juga kita, kalau kita kerja sendiri-sendiri tak akan sukses acara ini," ujarnya memberi contoh, saat wawancara dengan media usai acara, Senin (17/8/2026). 

Lukman Hakim pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen, baik pejabat Pemkot Bekasi dari level RT RW maupun sampai level Wali Kota, anggota TNI, Polri, tokoh masyarakat dan warga masyarakat biasa serta perusahaan-perusahaan yang telah berkontribusi baik moril maupun materil menyukseskan acara ini.

"Untuk apa semua ini kita lakukan, tak lain dan tak bukan semata-mata demi menghargai jasa perjuangan pahlawan nasional kita Almaghfurloh KH. Noer Alie yang telah membuat bangsa kita merdeka seperti kita rasakan sekarang ini," tuturnya.

Jadi, kata Lukman Hakim, sudah selayaknya kita sebagai generasi penerus mengisi hasil perjuangan pahlawan nasional kita KH. Noer Alie dan pahlawan-pahlawan lain dengan hal-hal yang positif untuk kemajuan dan kemaslahatan bangsa ini dan negara ini.

Lukman Hakim pun mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama generasi penerus untuk terus menghidupkan api semangat perjuangan KH. Noer Ali di era kekinian dengan karya nyata yang positif demi kemajuan rakyat negara Indonesia yang kita cintai ini.

"Kalau dulu KH. Noer Alie dan pasukannya berjuang memerdekakan negara ini dengan bambu runcing dan golok. Sekarang kita mengisi kemerdekaan dengan istilahnya pacul dan sawah untuk membangun demi kesejahteraan," pungkasnya.

Sekedar informasi, berdasarkan catatan sejarah, tragedi pertempuran Sasak Kapuk terjadi pada tanggal 29 November 1945, ketika Laskar Rakyat dan pasukan hizbulloh pimpinan KH Noer Ali bersama TKR pimpinan M. Hasibuan berjuang menghalau tentara sekutu yang mencoba masuk ke Bekasi.

Karena sulit menembus pertahanan rakyat dipimpin KH. Noer Alie dan TKR pimpinan M. Hasibuan sekutu akhirnya menurunkan peralatan perang canggih dalam jumlah besar pada 13 Desember 1945, hingga berhasil menguasai Bekasi dan membuat wilayah ini menjadi lautan api.

Setelah puluhan tahun berlalu sejarah perjuangan Sasak Kapuk terkunci dan terlupakan. Akhirnya pada HUT RI Ke 80 tanggal 17 Agustus 2025 kunci sejarah Sasak Kapuk untuk pertama kalinya berhasil dibuka dengan dimotori tiga putra daerah Kaliabang yakni, Anggota DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim, Tokoh Masyarakat Lukman Hakim alias Alex Ziblo dan Muhiamin Zawir dibantu Anggota DPRD Kota Bekasi H. Suryo Harjo dan Rudy Heryansyah.

Pada momen HUT Kemerdekaan RI Ke 80 tanggal 17 Agustus 2026 ini kunci sejarah Sasak Kapuk kembali dibuka sebagai bagian dari napak tilas perjuangan rakyat Bekasi dalam mempertahankan kemerdekaan 

(Ahmad Zarkasi)


‎