Sebanyak 14 perguruan tinggi mengikuti kegiatan tersebut, yakni Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Universitas Muhammadiyah Cirebon Indonesia (UMCI), Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), SaintekMu, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Indonesia, serta Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Salah satu pembahasan utama dalam kunjungan tersebut adalah dinamika persaingan antara televisi dan media sosial. Meskipun pola konsumsi masyarakat mulai bergeser ke platform digital, televisi dinilai masih memiliki keunggulan dalam memproduksi program berskala besar yang membutuhkan teknologi, sumber daya manusia, dan infrastruktur yang kompleks.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UHAMKA, Muhammad Ihsan, menjelaskan bahwa televisi tetap memiliki posisi strategis dalam industri media karena mampu menghadirkan program-program berkualitas yang sulit diproduksi oleh media dengan skala lebih kecil.
> "Karakter penonton memang bergeser ke media digital. Namun ada program-program yang hanya bisa diproduksi televisi dengan dukungan infrastruktur besar dan tim profesional," ujar Ihsan.
Komentar