Di sisi lain, mahasiswa juga menyarankan agar pelaku usaha memperluas jaringan pemasok serbuk kayu dengan menjalin kerja sama bersama lebih banyak pelaku usaha penggergajian kayu, sekaligus menerapkan pengelolaan persediaan bahan baku secara lebih terencana guna menjaga kesinambungan proses produksi.
Melalui program pendampingan ini, diharapkan UMKM Budidaya Jamur Tiram mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat identitas merek, serta memperluas akses pasar melalui strategi digitalisasi. Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi sarana penerapan ilmu pengetahuan secara langsung dalam bidang digitalisasi, branding, dan pemberdayaan UMKM.
Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara Universitas Bina Bangsa dan pelaku UMKM diharapkan dapat mendukung penguatan ekonomi lokal, sekaligus membantu menghadirkan solusi terhadap tantangan rantai pasok bahan baku yang dihadapi usaha budidaya jamur di Kota Serang.(Goezt')*
Komentar