"Banyak orang melihat industri otomotif hanya dari kendaraan yang dihasilkan. Padahal, di balik setiap mobil terdapat kolaborasi berbagai profesi dan keahlian, mulai dari desainer, engineer, software developer, hingga communication specialist," ujar Viya, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, program Mazda Student Journey Experience dirancang untuk membuka wawasan pelajar dan mahasiswa mengenai beragam peluang yang tersedia di industri otomotif.
Melalui pengalaman tersebut, Mazda ingin menunjukkan bahwa industri otomotif dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, sekaligus menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selama mengikuti kegiatan, para peserta juga mengeksplorasi jajaran kendaraan Mazda sekaligus mempelajari filosofi desain dan karakter warna khas Mazda.
Mereka turut mengamati instalasi seni karya Adrie Basuki serta berdiskusi dengan tim Mazda mengenai perkembangan teknologi, proses pengembangan kendaraan, hingga tren mobilitas masa depan.
Antusiasme peserta terlihat dari beragam pertanyaan yang muncul selama kegiatan. Selain membahas desain dan teknologi kendaraan, mereka juga tertarik menggali proses engineering serta peluang berkarier di industri otomotif.
Bagi Mazda, kendaraan bukan sekadar alat transportasi. Produk otomotif merupakan hasil perpaduan teknologi, desain, craftsmanship, serta pemahaman terhadap kebutuhan manusia.
Komentar