Seputarpublik.com || TANGERANG – Pameran otomotif tidak selalu tentang kendaraan baru dan teknologi terkini. Di tengah penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Mazda Indonesia menghadirkan pengalaman edukatif bagi generasi muda melalui program Mazda Student Journey Experience.
Melalui program tersebut, lebih dari 100 pelajar dan mahasiswa dari lima institusi pendidikan berkesempatan mengunjungi booth Mazda Indonesia selama penyelenggaraan GIIAS 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia, untuk memperkenalkan industri otomotif secara lebih luas kepada generasi muda.
Peserta yang terlibat berasal dari SMP Global Mandiri, SMK Fadillah, Universitas Trisakti Program Studi Teknik Mesin, SMA Labschool Kebayoran, dan SMA Labschool Cirendeu.
Tidak hanya melihat jajaran kendaraan Mazda, para peserta juga diajak memahami berbagai aspek di balik industri otomotif, mulai dari desain, engineering, teknologi, hingga filosofi Japanese Craftsmanship yang menjadi salah satu identitas Mazda.
Head of Marketing & Communications PT Eurokars Motor Indonesia, Viya Arsawireja, mengatakan industri otomotif memiliki ekosistem yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar kendaraan yang dihasilkan.
"Banyak orang melihat industri otomotif hanya dari kendaraan yang dihasilkan. Padahal, di balik setiap mobil terdapat kolaborasi berbagai profesi dan keahlian, mulai dari desainer, engineer, software developer, hingga communication specialist," ujar Viya, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, program Mazda Student Journey Experience dirancang untuk membuka wawasan pelajar dan mahasiswa mengenai beragam peluang yang tersedia di industri otomotif.
Melalui pengalaman tersebut, Mazda ingin menunjukkan bahwa industri otomotif dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, sekaligus menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selama mengikuti kegiatan, para peserta juga mengeksplorasi jajaran kendaraan Mazda sekaligus mempelajari filosofi desain dan karakter warna khas Mazda.
Mereka turut mengamati instalasi seni karya Adrie Basuki serta berdiskusi dengan tim Mazda mengenai perkembangan teknologi, proses pengembangan kendaraan, hingga tren mobilitas masa depan.
Antusiasme peserta terlihat dari beragam pertanyaan yang muncul selama kegiatan. Selain membahas desain dan teknologi kendaraan, mereka juga tertarik menggali proses engineering serta peluang berkarier di industri otomotif.
Bagi Mazda, kendaraan bukan sekadar alat transportasi. Produk otomotif merupakan hasil perpaduan teknologi, desain, craftsmanship, serta pemahaman terhadap kebutuhan manusia.
Karena itu, pengalaman belajar di GIIAS 2026 diharapkan tidak berhenti sebatas kunjungan ke booth. Mazda ingin menumbuhkan rasa ingin tahu yang kemudian berkembang menjadi ide, inovasi, dan talenta baru bagi industri otomotif Indonesia.
"Keberhasilan bagi kami tidak hanya diukur dari kendaraan yang kami tampilkan di GIIAS, tetapi juga dari seberapa banyak rasa ingin tahu yang dapat kami tumbuhkan kepada generasi muda. Karena dari rasa ingin tahu itulah lahir ide, inovasi, dan talenta yang akan membentuk masa depan industri otomotif Indonesia," kata Viya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi langkah awal bagi para pelajar dan mahasiswa untuk terus belajar dan berkarya, sekaligus melihat industri otomotif sebagai bidang yang memiliki ruang luas untuk berkembang.
"Ketika mereka memikirkan masa depan industri ini, kami berharap Mazda menjadi salah satu brand yang mereka ingat sebagai bagian dari perjalanan inspirasi tersebut," tutur Viya.
Dengan demikian, kehadiran Mazda di GIIAS 2026 bukan hanya menjadi etalase kendaraan dan teknologi terbaru. Melalui Mazda Student Journey Experience, pameran otomotif juga menjadi ruang edukasi untuk mempertemukan industri dengan calon talenta masa depan.(*/hel)