Lebih lanjut, Tomy menjelaskan bahwa inovasi berperan sebagai motor penggerak perubahan, khususnya di tengah dinamika global yang menuntut pemerintah daerah (Pemda) untuk berpikir adaptif.
Dia menegaskan, penggunaan teknologi digital, seperti sistem informasi kesehatan atau platform pembelajaran daring, telah membuka peluang untuk meningkatkan pelayanan publik. Namun, inovasi bukan hanya soal teknologi, melainkan juga pendekatan baru dalam pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijakan.
Dalam kesempatan tersebut, Tomy juga menjelaskan peran penting BSKDN sebagai pembina umum inovasi daerah yang terus berupaya melakukan sinergisitas lintas kementerian dan lembaga guna meningkatkan iklim inovasi di daerah. Menurutnya, pembinaan yang tepat memerlukan pemetaan yang terencana.
Untuk itu, peta pembinaan inovasi akan menjadi panduan evaluasi dan pengembangan inovasi, memastikan keberlanjutan serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. “Inovasi harus menjadi nafas dan DNA dari setiap program pemerintah. Anggaran tidak boleh menjadi penghalang, melainkan mengikuti kebutuhan program inovasi,” tegas Tomy.
Sejalan dengan itu, Head of Sub Directorate of Innovation Development Direktorat Inovasi dan Science Techno Park Universitas Indonesia (DISTP UI) Sugeng Supriadi menekankan pentingnya kekayaan intelektual dalam inovasi.
Komentar