Seputar Publik / Berita

Mendagri Tito Karnavian Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Pemerintah Targetkan Arus Penyeberangan Aman dan Lancar

Didampingi Menko PMK, Kapolri, Panglima TNI dan sejumlah menteri, pemerintah memastikan kesiapan layanan penyeberangan Merak–Bakauheni menjelang lonjakan pemudik yang diprediksi mulai 18 Maret 2026.
Mendagri Tito Karnavian bersama sejumlah menteri meninjau kesiapan arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Banten. Pemerintah memastikan layanan penyeberangan Merak–Bakauheni siap menghadapi lonjakan pemudik yang diperkirakan mulai 18 Maret 2026. Mendagri Tito Karnavian bersama sejumlah menteri meninjau kesiapan arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Banten. Pemerintah memastikan layanan penyeberangan Merak–Bakauheni siap menghadapi lonjakan pemudik yang diperkirakan mulai 18 Maret 2026.

“Kami baru saja menyelenggarakan rakor dan peninjauan di Pelabuhan Merak. Targetnya tentu saja agar mudik ini berjalan aman, lancar, nyaman, dan selamat,” ujarnya.

Menurutnya, arus mudik diperkirakan mulai terjadi pada 18 Maret 2026, sedangkan arus balik diprediksi berlangsung pada 29 Maret 2026.

Pemerintah Dorong Distribusi Waktu Mudik

Pemerintah juga berharap masyarakat dapat mengatur waktu perjalanan sehingga tidak terjadi penumpukan pemudik pada hari-hari tertentu.

Hal tersebut dimungkinkan karena rentang waktu mudik tahun ini relatif panjang, didukung oleh akhir pekan, kebijakan flexible working arrangement bagi ASN, cuti bersama, serta kedekatan waktu antara Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.

“Dengan rentang waktu yang panjang ini kami berharap distribusi mudik bisa lebih merata dan tidak menumpuk di satu hari tertentu,” jelas Pratikno.

Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Faktor Cuaca

Pratikno menambahkan, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai persiapan untuk meningkatkan kualitas layanan mudik tahun ini. Sejumlah inovasi juga disiapkan untuk mendukung kelancaran transportasi serta meningkatkan kenyamanan masyarakat.

Selain itu, kesiapsiagaan juga difokuskan pada potensi kendala seperti faktor cuaca yang dapat memengaruhi aktivitas penyeberangan.

“Ini adalah kerja kita bersama agar arus mudik dan arus balik berjalan aman, nyaman, lancar, dan selamat,” pungkasnya.(red)*

Tulis Komentar

Komentar