Seputar Publik / Opini

Menjaga Marwah Sebagai Mikrofon Republik.

Oleh : AM Adhy Trisnanto.
AM Adhy Trisnanto, Ketua Dewan Pengawas LPP RRI. (Jum'at, 15/8/2025). AM Adhy Trisnanto, Ketua Dewan Pengawas LPP RRI. (Jum'at, 15/8/2025).

Pendaratan sekutu diboncengi tentara Belanda, menimbulkan pertempuran di mana-mana. Di Surabaya, Bung Tomo berapi-api membakar semangat rakyat melalui mikrofon RRI. RRI menghibur para pejuang dengan lagu-lagu perjuangan. Konsolidasi perlawanan rakyat tidak lepas dari peran RRI di mana-mana, bahu membahu dengan Tentara Republik Indonesia yang kemudian menjadi Tentara Nasional Indonesia. Lokasi pemancar RRI selalu menjadi sasaran bom musuh. Pemancar lalu diamankan ke pelosok-pelosok agar siaran bisa tetap berlangsung. Keterlibatan RRI sebagai radio perjuangan meninggalkan berbagai monumen sejarah, antara lain monumen Radio Kambing di desa Balong, Surakarta. Juga RRI Bener Meriah yang dikenal sebagai Radio Rimba Raya di Aceh. Siaran luar negeri RRI juga membuka mata dunia. Sampai-sampai Van Kleffens, Menteri Luar Negeri Belanda, di forum PBB mengolok-olok Indonesia sebagai “Republik Mikrofon.” 

Mikrofon Republik

Tulis Komentar

Komentar