Itu wacana besar, berita tingkat nasional, yang relatif menarik dan penting. Tetapi ada juga berita soal rencana demo buruh di Jakarta, soal rencana pemberlakuan UU Reforma Agraria, adanya pengaduan soal ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke Mahkamah Konstitusi, dugaan adanya pemberian uang di Muktamar Nahdlatul Ulama di Jombang, dst. OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara. Dalam UKW, mana yang dipilih tentu sesuai dengan vivi misi serta kebijakan redaksi, dan positioning media tersebut di masyarakat. Apakah dia media nasional, media lokal, media ekonomi, media hiburan, dst.
Poinnya di sini adalah begitu banyak informasi yang berseliweran di udara sehingga tidak sulit untuk mendapatkannya. Yang sulit adalah topik apa yang sesuai dengan keinginan pembaca, dan garapan seperti apa yang sesuai minat audiensnya. Lebih lanjut lagi, apakah bad news masih disukai? Di tengah himpitan kehidupan, akankah kabar baik sekarang lebih diperhatikan? Perusahaan pers sebaiknya melakukan survei audiensnya secara berkala untuk dapat menangkap kemauan mereka., agar berita dari media sesuai ekspektasi audiensnya. ***
Komentar