NU dan Sejarah Perjuangan Politik Umat
Hubungan sejarah antara NU dan Masyumi merupakan bagian penting dari perjalanan politik umat Islam Indonesia.
Pada awal masa kemerdekaan, para ulama dan tokoh Islam dari berbagai organisasi berusaha membangun wadah politik bersama untuk memperjuangkan kepentingan umat sekaligus mempertahankan kemerdekaan.
NU menjadi salah satu kekuatan penting dalam perjalanan Masyumi. KH Hasyim Asy'ari tercatat sebagai Ketua Majelis Syuro Masyumi, sementara KH Abdul Wahid Hasyim dan KH Wahab Chasbullah merupakan tokoh penting dalam perjuangan politik umat pada masa tersebut.
Dalam perspektif sejarah, Masyumi dan NU pernah berada dalam satu rumah perjuangan. Kemudian, seiring dinamika politik, NU memutuskan berdiri sebagai partai politik sendiri pada 1952.
Sejarah tersebut, menurut pandangan penulis, tidak semestinya menjadi sumber perbedaan bagi generasi penerus Masyumi dan NU saat ini. Sebaliknya, sejarah dapat menjadi pelajaran bahwa umat Islam Indonesia memiliki tradisi panjang dalam membangun persatuan, bermusyawarah, dan memperjuangkan kemaslahatan umat serta bangsa.
Komentar