Jika prinsip moral dalam proses pergantian kepemimpinan dapat dikalahkan oleh kepentingan materi, maka upaya membangun kehidupan politik yang bersih dan bebas dari praktik transaksional akan menghadapi tantangan yang lebih besar.
Karena itu, Muktamar ke-35 hendaknya menjadi momentum bagi NU untuk terus menjaga marwah keulamaan sekaligus memberikan keteladanan dalam kehidupan demokrasi yang bersih, sehat, dan bermartabat.
Bangsa ini membutuhkan teladan. NU memiliki modal sejarah, tradisi keulamaan, dan kekuatan sosial untuk mengambil peran tersebut.
Dari Pesantren untuk Kepemimpinan Nasional
Pesantren memiliki keunggulan yang tidak selalu dimiliki lembaga pendidikan lainnya. Pesantren tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak, kedisiplinan, kemandirian, penghormatan kepada guru, serta tradisi pengabdian.
Dari rahim pesantren telah lahir banyak tokoh yang memberikan kontribusi bagi perjalanan Indonesia.
Komentar